“Bersyukur dalam segala hal” Kalimat tersebut sangat mudah kita ucapkan namun sangat sulit untuk dilakukan, terutama dalam masa krisis seperti sekarang ini.

Ancaman virus corona melumpuhkan mata pencaharian kita terutama bagi para pekerja dengan upah harian. Para pedagang kecil tidak bisa berjualan dan kalaupun bisa berjualan pendapatannya sangat sedikit, para driver ojol kehilangan pemasukan, dan berbagai macam profesi yang harus kehilangan pendapatan karena wabah virus corona.

Dalam situasi seperti ini, secara manusiawi kita pasti akan mengeluh. Kalau tidak kerja, bagaimana anak dan istri bisa makan? Bagaimana bisa membayar kebutuhan sehari-hari? Dan lain sebagainya.

Kisah berikut akan mengajarkan kita terutama yang masih memiliki pendapatan dan bagi kita yang masih bisa menikmati berkat Tuhan untuk selalu bersyukur ditengah wabah yang kita hadapi saat ini.

Kisah ini ditulis oleh pemilik Senny Resto – Kemang Pratama

Kemarin sore, karena sedang wabah Corona, ruko jadi sepi, rencananya kami mau tutup lebih awal.

Jam 17 lewat, Ketika dapur sudah dibersihkan dan ruko akan ditutup, masuklah seorang driver GoJek. Lalu dia tanya, apa masih bisa terima pesanan? Wajahnya penuh harap.

Tadinya saya mau menolak, tapi melihat wajahnya yang penuh harap, jadi tidak tega.
Lalu saya tanya, apa saja pesanannya. Dan saya bilang, “Tapi agak lama Pak. Karena semua kompor sudah dimatikan. Dan semua bahan harus disiapkan dari awal”.

Dia senang sekali, lalu dia bilang : “Gapapa Bu, saya tunggu aja, karena ini orderan pertama saya sejak pagi saya nunggu di jalanan…”

Sedih sekali saya mendengarnya. Membayangkan mungkin dia belum makan hari ini. Gimana dengan keluarganya di rumah?

Sambil menyiapkan pesanan, saya buatkan teh manis hangat untuk Bapak GoJek. Dan ketika saya meletakkan teh manis itu di depannya di meja, dia terkejut lalu dia bilang, “Saya tidak pesan minum Bu…”Saya bilang itu gratis untuknya.

Mata Bapak GoJek berkaca-kaca. Dengan terharu dia mengucapkan terimakasih sambil meminum teh manis hangat itu dengan nikmatnya.

Selesai membuat 5 porsi pesanan customer Bapak GoJek, saya letakkan 1 kantong plastik besar yang berisi orderan, dan 1 kantong plastik kecil sambil berkata, “Yang kantong besar itu orderan. Yang kantong kecil itu untuk makan malam Bapak ya…”

Sekali lagi.. matanya berkaca-kaca..
(sayapun ingin ikut menangis), dengan suara parau dia mengucapkan terima kasih.

Selesai Bapak GoJek pergi, saya mengajak karyawan untuk mengucap syukur. karena walaupun kondisi resto kami sedang tidak baik, namun kami masih punya cukup makanan untuk kami setiap hari.

Terima kasih Tuhan. Jaga dan peliharalah mereka yang juga berjuang untuk tetap bisa menghidupi keluarga ditengah musibah Corona ini.

Masih pantaskah kita mengeluh?

Categories: Artikel

Tofan

Prinsip Hidup: Cogito Ergo Sum (Aku Berfikir Maka Aku Ada), Namun berfikir saja tidak cukup, Apa yang harus saya lakukan agar " Menjadi Ada". Jawabannya adalah Berkarya (Aku Berkarya Maka Aku Ada).