Seorang Ibu yang sudah tua renta sedang duduk di kursi rodanya suatu sore di tepi danau, ia ditemani anaknya yang sudah mapan dan berkeluarga.

Si ibu kemudian bertanya ” itu burung apa yg berdiri disana?” “Bangau mama” anaknya menjawab dengan sopan.

Tak lama kemudian si mama bertanya lagi.
“Itu yang warna putih burung apa?” Dengan nada yang sedikit kesal anaknya menjawab ” ya bangau mama?”

Kemudian ibunya kembali bertanya ” Lantas itu burung apa ?” Ibunya menunjuk burung bangau tadi yang sedang terbang. Dengan nada kesal si anak menjawab “ya bangau mama. kan sama saja! Memangnya mama gak liat dia terbang!”

Air menetes dari sudut mata si mama sambil berkata pelan, ”Dulu 26 tahun yang aku memangkumu dan menjawab pertanyaan yang sama untuk mu sebanyak 10 kali, sedang saat ini aku hanya bertanya 3 kali, tapi kau membentak ku 2 kali”

Si anak kemudian terdiam kemudian memeluk mamanya sambil meneteskan air mata penyesalan karena telah membentak mamanya.

Pernahkah kita memikirkan apa yang telah diajarkan oleh seorang ibu kepada kita? Sayangilah Ibumu dengan sungguh-sungguh karena sorga berada di telapak kaki Ibu.

Mohon ampunan jika kamu pernah menyakiti hati Ibumu dengan sikapmu. Hanya ibumulah yang mencintaimu apa adanya tanpa mengharapkan imbalan sekecil apapun.

Pernah kita membentak dia? Pernah
Pernah kita cuekin dia? Pernah

Pernah kita mikir apa yang sedang dia pikirkan? Tidak!

Sebenernya apa yang sedang dia pikirkan? Takut! Ibu takut tidak bisa melihat kita senyum, nangis atau ketawa lagi. Takut tidak bisa mengajar kita lagi, semua itu karena waktu yang singkat.

Saat ibu dan ayah sudah menutup mata. Tidak akan ada lagi yang cerewet di rumah. Saat kita menangis memanggil dia, apakah dia membalas? Dia cuma diam!

Tapi bayangannya akan tetap di samping kita dan berkata : “anakku jangan menangis, ibu dan ayah masih di sini. Ibu dan ayah masih sayang kamu.”

Categories: Artikel

Tofan

Prinsip Hidup: Cogito Ergo Sum (Aku Berfikir Maka Aku Ada), Namun berfikir saja tidak cukup, Apa yang harus saya lakukan agar " Menjadi Ada". Jawabannya adalah Berkarya (Aku Berkarya Maka Aku Ada).

0 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *