Orang tuamu tidak tahu, apakah dirimu benar-benar berjuang menuntut ilmu. Mereka hanya tahu berjuang untukmu demi biaya pendidikanmu.

Jika yang kamu lakukan adalah bersenang-senang. Pacar-pacaran. Tidak pikirkan urusan kampus. Tidak mau mengerjakan tugas. Masih ikut-ikutan. Kamu tidak akan jadi apa-apa. Orangtuamu akan terus ada berjuang untukmu. Tak pernah berhenti berkorban walaupun dirimu berkali-kali membohonginya.

Senakal bagaimanapun dirimu. Orangtua tetap menjadikanmu kebanggaan. Lalu, kalau sampai sekarang kamu masih terus main-main. Masih saja menghabiskan waktu berlalu sia-sia. Tidak mau berubah memperbaiki diri. Masih saja membohongi orangtua. Urusan kampus tidak dibereskan. Lalu kapan orangtuamu tenang hidupnya.

Tolong ingat ini “Beban orang tua terbesar adalah takut kalau anak-anaknya tidak bahagia. Itulah sebapanya orangtua tidak pernah kenal kata menyerah demi anak-anaknya”.

Aku ingatkan lagi, “Kamu tidak perlu sukses besar. Tidak perlu sukses untuk banyak orang. Cukup kamu manpu buktikan pada orangtuamu bahwa kamu tidak akan mengecewakanya. Kamu buktikan pada dirimu bahwa kamu pasti sukses.

Caranya bagaimana? Jangan sia-siakan harapan orangtua  yang ada pada dirimu dan jangan mudah putus asa”.

Categories: Artikel

Tofan

Prinsip Hidup: Cogito Ergo Sum (Aku Berfikir Maka Aku Ada), Namun berfikir saja tidak cukup, Apa yang harus saya lakukan agar " Menjadi Ada". Jawabannya adalah Berkarya (Aku Berkarya Maka Aku Ada).

0 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *