Kejujuran dewasa ini mahal harganya. Tidak mudah orang bersikap jujur, juga kepada diri sendiri. Kerap orang menipu diri sendiri dan orang lain dengan berbagai dalih dan pembenaran rasional.

Warren Buffet pernah berkata “Kejujuran adalah hadiah yang sangat mahal, jangan mengharapkan hadiah tersebut dari orang murahan”

Dalam sebuah hubungan, kejujuran adalah kunci utama agar hubungan tersebut bisa langgeng. Tanpa adanya kejujuran maka hubungan akan mudah retak bahkan bisa berujung pada perpisahan.

Kejujuran memanglah sesuatu yang langkah dan hanya sedikit orang yang mampu bersikap jujur.  Sebagai manusia, kita mampu belajar dan membiasakan diri untuk bisa bersikap jujur.

Kejujuran itu sebuah proses panjang yang berat dan melelahkan.

Kejujuran itu pahit di awal indah dibelakang.

Kejujuran itu dimiliki setiap orang, hanya kadarnya berbeda.

Kejujuran itu selalu terkesan lama, kuno, serta kadang dicap sok suci.

Kejujuran itu investasi hidup yang bernilai tinggi.

Kejujuran itu mahal, kadang kalah dengan godaan materi demi prestise.

Kejujuran itu sering dipertaruhkan demi gengsi atau jabatan.

Kejujuran itu akan tumbuh bersemi, ketika kita takut akan akibatnya.

Lebih baik bersikap jujur dan apa adanya dari pada hidup penuh dengan basa basi, sebab jika hilang basanya tinggallah basinya. Jujur kepada Allah, jujur kepada diri sendiri dan jujur kepada sesama dan kita akan menjadi orang yang berbahagia.

Amsal 23:16
Jiwaku bersukaria, kalau bibirmu mengatakan yang jujur.

Categories: Artikel

Tofan

Prinsip Hidup: Cogito Ergo Sum (Aku Berfikir Maka Aku Ada), Namun berfikir saja tidak cukup, Apa yang harus saya lakukan agar " Menjadi Ada". Jawabannya adalah Berkarya (Aku Berkarya Maka Aku Ada).