Corona dan Kerapuhan Manusia

WHO Secara Resmi telah mengumumkan status Pandemi Virus Corona 12/3/2020, Virus yang pertama kali di temukan di Wuhan Cina, kini telah menjangkiti puluhan Ribu Manusia, menyebar dengan sangat cepat ke berbagai negara di dunia.

Tercatat hingga Jumat 13 Maret 2020 , 131.627 Kasus dan menyebabkan kematian 4.940, Sembuh 68.529 dan telah menyebar di 110. Negara, atas fakta ini WHO Menyatakan Status Pandemi Virus Corona.

Covid 19 Corona dengan ukuran 27-34 kilobate, tidak nampak oleh mata manusia , sangat kecil lebih kecil dari debuh, Namun darinya bencana telah merenggut ribuan nyawa manusia, membuat dunia terguncang, seluruh sektor ekonomi babak belur, ribuan triliun kerugian secara ekonomi mendadak terjadi dalam Hitungan hari, dunia menjadi Panik seketika.

Dalam situasi ini Manusia seharusnya kembali merenungi jati dirinya, sebagai manusia, dan Kemanusiaannya. Ternyata Manusia itu hanyalah seonggokan daging makhluk hidup yang begitu rapuh, sangat rapuh untuk berhadapan dengan satu Virus Corona yang sangat kecil tidak terlihat mata.

Manusia menjadi tidak berdaya, Dengan demikian apa yang perlu dibanggakan, Apa yang mau di Sombongkan? Kekuasaan, Kekayaan, Jabatan? Ternyata tidak berdaya menghadapi sebutir Corona yang maha kecil itu, Maka genaplah Tulisan para Nabi bahwa Manusia berasal dari debu dan akan menjadi debu. Manusia bahkan sesungguhnya lebih kecil dari debuh karenanya lebih mudah rontok dihadapan sebutir corona yang tidak terlihat mata.

Entah secara kebetulan dalam situasi yang Sulit ini Umat Kristiani masuk dalam masah Prapaskah sebuah masa dimana manusia kembali merenungi jati dirinya yang rapuh sebagai debuh dihadapan sang PenciptaNya, maka sebutir corona juga datang memperjelas dengan tegas kerapuhan Manusia itu.

Hai Manusia kau bukan siapa-siapa, tidak ada yang perlu kau banggakan dan sombongkan, bertobatlah dan berbalikla padaNya, Pasrahlah pada sang Agung dan Akbar penguasa Jagat Raya .

Sumber: Frans Allo

Categories: Artikel

Tofan

Prinsip Hidup: Cogito Ergo Sum (Aku Berfikir Maka Aku Ada), Namun berfikir saja tidak cukup, Apa yang harus saya lakukan agar " Menjadi Ada". Jawabannya adalah Berkarya (Aku Berkarya Maka Aku Ada).