Umumnya salah satu masalah yang sering dialami oleh anak muda jaman sekarang adalah perihal putus cinta, diduakan cintanya atau diselingkuhi pacar, ditolak pacar, status hubungan yang tidak jelas dan sebagainya. 

Kebanyakan dari mereka patah hati, sakit hati, terluka, kecewa, sedih berlarut-larut, mengurung diri di kamar berhari-hari, sulit melupakan pacar karena sudah terlanjur sayang. 

Tentu saja ini membawa dampak yang sangat buruk:  tidak konsentrasi belajar, nilai-nilai di sekolah terjun bebas, kuliah berantakan dan aktivitas-aktivitas lain pun menjadi terganggu. 

Rata-rata dari mereka berkata,  “Hidupku tidak ada artinya lagi.  Tuhan tidak sayang padaku.”  Galau meliputi hati mereka!

Banyak anak muda yang menempuh berbagai cara untuk melupakan rasa sakit hatinya.  Sayang, sedikit dari mereka yang menempuh jalan yang benar, kebanyakan justru melakukan tindakan-tindakan yang negatif. 

Ada yang menumpahkan segala kekesalan hati melalui twitter/facebook dengan kata-kata yang kasar dan kurang pantas.  Bahkan banyak pula yang malah lari kepada rokok, mabuk-mabukan,  ‘dugem’, bahkan ada yang sampai mengkonsumsi obat-obat terlarang.

Haruskah kita mengikuti cara-cara yang salah seperti yang ditempuh oleh anak-anak dunia dalam mengatasi luka-luka hatinya?  Ingatlah bahwa Masalah yang ada tidak seharusnya membuat kita give up dan kian terpuruk.  Seburuk apa pun situasinya, kita harus tetap move on! 

Harusnya kamu bersyukur jika pacarmu selingkuh atau meninggalkan kamu, itu tandanya dia tidak serius dengan kamu. Tidak perlu di tangisi apalagi berlarut-larut dalam kesedihan, itu mungkin salah satu cara Tuhan untuk menjauhkanmu dari seseorang yang tidak pantas untukmu.

Dunia belum berakhir ketika kamu patah hati. Masih banyak orang lain yang sayang sama kamu bahkan mengasihi kamu, jangan rusak dirimu dengan hal-hal yang tidak perlu ketika kamu patah hati.

Mendekatkanlah kepada Tuhan selalu melalui doa.  Tuhan itu sangat dekat dengan orang-orang yang patah hati.  Artinya Tuhan tidak pernah membiarkan dan meninggalkan kita sendirian melewati pergumulan yang berat itu;  Dia mengerti dan mempedulikan kita.  Oleh karena itu jangan terfokus pada masalah yang ada, tapi arahkan mata kepada Tuhan.

Categories: Artikel

Tofan

Prinsip Hidup: Cogito Ergo Sum (Aku Berfikir Maka Aku Ada), Namun berfikir saja tidak cukup, Apa yang harus saya lakukan agar " Menjadi Ada". Jawabannya adalah Berkarya (Aku Berkarya Maka Aku Ada).