Saudara kaya dipuja, saudara miskin dihina. Betapa buruknya nilai persaudaraan kita jika harta benda jadi ukurannya.

Sudah bukan rahasia lagi kalau manusia terkadang hanya melihat dari sisi luarnya saja. Terkadang yang paling dihormati adalah mereka-mereka yang kaya dan punya jabatan sedangkan yang miskin dipandang sebelah mata walaupun mereka masih sama-sama memiliki tali persaudaraan.

Yang kaya dan punya jabatan tinggi selalu dipuja-puja walaupun bukan saudara tapi kita selalu mengatakan “masih ada hubungan saudaraku sama bapak/ibu itu” sedangkan kalau miskin, kita tidak mau mengakui dan membantu mereka walaupun mereka adalah saudara kita.

Bahkan dalam pergaulan anak muda, yang cantik dan ganteng dari sisi penampilan lebih banyak temannya daripada mereka yang berpenampilan biasa-biasa saja dan kurang menarik.

Inilah salah satu sisi buruk dan ketamakan dari hidup manusia karena belenggu dosa. Manusia terkadang melihat sesamanya dari sisi luarnya saja tanpa melihat hati dan ketulusan mereka.

Jika kita masih hidup dalam ketamakan seperti ini, maka perlahan-lahan ubahlah sifat-sifat seperti itu. Persaudaraan merupakan aset terbesar dalam hidup kita bahkan melampaui segala harta benda yang kita miliki.

Tuhanpun tidak menyukai sifat-sifat manusia yang seperti itu. Harta hanyalah titipan dari Tuhan untuk dipergunakan manusia melangsungkan hidupnya dan itupun sifatnya sementara.

Jadi jangan terlalu membanggakan harta benda yang kita miliki. Semoga kita selalu diliputkan dari hal-hal yang tidak baik dalam kehidupan.

Tinggalkan Komentar
Categories: Artikel

Tofan

Prinsip Hidup: Cogito Ergo Sum (Aku Berfikir Maka Aku Ada), Namun berfikir saja tidak cukup, Apa yang harus saya lakukan agar " Menjadi Ada". Jawabannya adalah Berkarya (Aku Berkarya Maka Aku Ada).