Oleh Ti Mauring

Semenjak tamat SMA saya tidak lanjut kuliah, tapi bapak carikan pekerjaan yaitu menjadi penjaga kios atau petak sepatu di pasar. Karena bapak adalah salah satu petugas kebersihan di pasar dan kebetulan punya kenalan.

Saya menjalani pekerjaan itu sementara teman-teman saya hampir semuanya kuliah dan itu membuat saya merasa ingin kuliah juga tapi apa boleh buat jalani saja yang ada sampai saya merasa nyaman. 

Singkat cerita di tahun 2015 bapak meminta saya untuk kuliah dan saya tidak mau karena di satu sisi alasan saya adalah teman-teman saya sudah duluan kuliah dan mau selesai sedangkan saya baru mau kuliah biar sudah tidak usah, tapi permintaan itu terus diungkapkan

Saya melihat bapak punya kerinduan yang besar untuk bisa melihat satu dari anak-anaknya bisa lebih darinya, akhirnya sayapun memutuskan untuk melanjutkan dengan permintaan jangan di Alor.

Tapi apa boleh buat kata bapaj kalau di luar Alor bapak tidak mampu jadi di Alor saja, dengan sdikit lesu menerima dan lanjut. suatu waktu saya dan bapak duduk dan menghitung waktu bersama, kata bapak masa kerjanya selesai di tahun 2019, dan sayapun berkata masa kuliah saya selesai di tahun 2019.

Bapak akan berhenti/istrahat bekerja dan saya yang akan menggantikannya bekerja.

Singkat cerita, bapak jatuh sakit di tahun 2017 dan itu membuat saya merasa putus asa ingin menyerah, tapi akhirnya saya tidak menyerah dan terus melangkah dengan pertolongan Tuhan, sampai yang menyakitkan bagi saya di tahun 2019 adalah tanggal wisuda sudah di dengarkan pada bapak yaitu 30 november sebentar lagi bapak akan tersenyum melihat akhir perjuangan saya. Namun di bulan oktober tepatnya tanggal 3 bapak lebih dulu bahagia bersama Tuhan di sorga.

Saya merasa tidak bahagia sedikitpun di hari bahagia saya yaitu hari wisuda, walau bibir memancarkan senyuman yang lebar tapi hati sangat kosong, sunyi, sepih, sedih, sakit sampai suatu hari bapak datang dalam mimpi dan mengatakan dengan tersenyum kalau dia ada di saat sata wisuda. Dari mimpi ini saya tahu kalau bapak bahagia di sana.

Terimakasih teman terbaikku yang di samping telah bersama bapak berjuang untuk saya, tidak lupa juga mama yang selalu mendoakan saya.

Puji Tuhan di januari 2020 saya telah mendapat tempat untuk bekerja.

Seberat apapun situasi yang kamu hadapi mintalah tuntunan dari Tuhan untuk menguatkanmu.

Categories: Artikel

Tofan

Prinsip Hidup: Cogito Ergo Sum (Aku Berfikir Maka Aku Ada), Namun berfikir saja tidak cukup, Apa yang harus saya lakukan agar " Menjadi Ada". Jawabannya adalah Berkarya (Aku Berkarya Maka Aku Ada).

0 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *