Lebih baik diam dan dianggap bodoh daripada berbicara dan berusaha dianggap pandai.
“Hindarilah percakapan yang tidak mendatangkan keuntungan atau tidak diperlukan; jika terpaksa, berbicaralah sedikit dan paling akhir”.

Lebih baik diam dari pada banyak bicara dan akhirnya melukai seseorang atau banyak orang.
“Ada orang-orang yang begitu bodoh karena menyela dan mendahului orang yang berbicara, bukannya mendengarkan dan berpikir sebelum menjawab. Ini menunjukkan ketidaksopanan sekaligus kebodohan”.

Berpikir dua kali sebelum berbicara akan membuat seseorang berbicara dua kali lebih baik.

“Lebih baik tidak mengatakan apa-apa daripada mengucapkan kata-kata tanpa arti. Dan, agar pembicaraan berbobot pertimbangkan apa yang tepat untuk dikatakan pada saat yg tepat”

“Dalam setiap perdebatan, biarlah kebenaran menjadi tujuan, bukan kemenangan atau keuntungan yg curang; dan usahakan untuk memenangkan lawan bicara daripada menyudutkannya.”

Ada kalanya diam itu juga kebodohan bila kita tahu dan membiarkan orang salah jalan, namun kita biarkan saja. Kita harus berani berbicara untuk menyatakan kebenaran.

Belajar berhikmat ! Kapan waktunya diam dan kapan waktunya berbicara. “Juga kalau ia berjalan di lorong orang bodoh itu tumpul pikirannya, dan ia berkata kepada setiap orang :”Orang itu bodoh!” (Pengkhotbah 10:3).

Domsav Winarto Setiawan

Categories: Artikel

Tofan

Prinsip Hidup: Cogito Ergo Sum (Aku Berfikir Maka Aku Ada), Namun berfikir saja tidak cukup, Apa yang harus saya lakukan agar " Menjadi Ada". Jawabannya adalah Berkarya (Aku Berkarya Maka Aku Ada).