Dunia memang penuh dengan tipu muslihat. Apa yang dilihat oleh mata terkadang tidak sesuai dengan kenyataannya. Yang terlihat terkadang digunakan untuk menutupi kelakuan yang tidak baik.

Orang-orang yang demikian tergolong kedalam orang yang munafik. Status rohani di sosial media hanyalah digunakan sebagai tipu muslihat agar dia terlihat baik.

Banyak juga orang mengatakan lebih baik demikian, membagikan sesuatu yang bermanfaat bagi orang lain walaupun kehidupan hancur. Ya memang disadari bahwa sebagai manusia, kita memiliki keterbatasan namun jangan sampai keterbatasan tersebut digunakan sebagai alasan untuk tidak mau berbenah.

Coba kamu bayangkan, status takut neraka tapi kelakuan kayak tidak takut neraka, status cinta keluarga kelakuan cinta selingkuhan, status penuh nasehat kelakuan perlu di nasehati. Ganjal kan?

Status Rohani Kelakuan Roh Halus Hanya Akan Mempermalukan Dirimu

Jika kamu rutin update status penuh nasehat namun kehidupanmu justru perlu di nasehati maka berbenah dirilah. Itu hanya akan mempermalukan dirimu apalagi di kalangan orang-orang yang mengenalmu. Oleh karena itu teruslah berbenah diri agar sesuai dengan status yang selalu kamu bagikan.

Statusmu Bagaikan Pedang Bermata Dua, Mengubahkan Orang Lain Juga Mengubahkan Dirimu

Statusmu itu bagaikan pedang bermata dua. Menasehati orang lain namun juga menasehati dirimu sendiri. Mengkritik kehidupan orang lain namun juga mengkritik dirimu sendiri. Statusmu harusnya bisa mengubah kehidupanmu menjadi lebih baik dari sebelumnya.

Tidak Ada Manusia yang Sempurna yang Ada Manusia yang Mau Berbenah

Memang disadari bahwa tidak ada manusia yang sempurna di dunia ini, namun sebagai manusia yang terbatas kita diberikan kekuatan untuk terus berbenah dan memperbaiki diri. Kan bagus kalau status rohani kelakuan juga baik.

Nah bagaimana menurutmu? Baikkah kalau status rohani kelakuan roh halus?

Categories: Artikel

Tofan

Prinsip Hidup: Cogito Ergo Sum (Aku Berfikir Maka Aku Ada), Namun berfikir saja tidak cukup, Apa yang harus saya lakukan agar " Menjadi Ada". Jawabannya adalah Berkarya (Aku Berkarya Maka Aku Ada).

0 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *