“Itulah yang masih merupakan hiburan bagiku, bahkan aku akan melompat-lompat kegirangan di waktu kepedihan yang tak kenal belas kasihan, sebab aku tidak pernah menyangkal firman Yang Mahakudus” (Ayub 6:10).

Dalam bacaan ini, kita dapat menangkap kekhasan yang ada pada diri Ayub, yang mana meski ia sadar bahwa Tuhan mengetahui segala sesuatu yang terjadi pada dirinya, tapi ia tidak pernah menyalahkan Tuhan, walau istrinya yang merasa kecewa menyuruhnya untuk meninggalkan Tuhan (Baca, Ayub 2:9), bahkan teman-temannya pun mengatakan bahwa ia sedang mengalami hukuman Tuhan?

Bagi Ayub prinsipnya bukanlah lepas dari penderitaan fisik, tapi prinsipnya adalah apakah kita mengerti makna dari penderitaan itu sendiri bagi kehidupan kita! Dalam prinsip inilah Ayub mampu melihat penyertaan Tuhan, juga saat ia menderita. Oleh sebab itu Ayub tetap bertahan dalam mempercayakan diri kepada Tuhan dan tidak pernah mau menyangkal Firman Tuhan!!

Memahami makna kehidupan merupakan hal yang sangat penting karena merupakan pegangan spiritual dan sekaligus filosofis dalam kita menjalani hari-hari kehidupan yang masih tersisa ini. Setiap orang yang telah selesai memahami makna kehidupannya akan mampu merasakan sukacita dalam jiwa meski di tengah kepedihan!

Dalam pemahaman ini kita tahu bahwa Tuhan tidak pernah merancang yang buruk bagi orang-orang yang percaya kepadaNya! Jadi, betapa pun buruknya dan betapa pun beratnya problema yang melanda kehidupan orang percaya, kita akan terus berjalan bersama Tuhan, dan bersama Tuhan pula kita kelak akan mengalami bahwa pergumulan kita hanyalah kenangan atau cerita masa lalu, sementara pengharapan dan sukacita dalam Tuhan adalah cerita tentang masa depan kita!!

Masing-masing kita pasti pernah punya pergumulan dan mengalami kepedihan, tapi sebagai orang yang mengandalkan Tuhan kita akan tetap memiliki sukacita dalam jiwa meski kepedihan datang tanpa belas kasihan! Mereka yang mengandalkan Tuhan akan melewati seluruh keluh dan gumul tanpa pernah meninggalkan Firman Tuhan!

Mari kita contoh Ayub yang sudah menjalani hari-hari kehidupannya secara demikian; kita juga pasti bisa!

Categories: Artikel

Tofan

Prinsip Hidup: Cogito Ergo Sum (Aku Berfikir Maka Aku Ada), Namun berfikir saja tidak cukup, Apa yang harus saya lakukan agar " Menjadi Ada". Jawabannya adalah Berkarya (Aku Berkarya Maka Aku Ada).