Indonesia Terpercaya – Memiliki seorang sahabat yang setia dan tulus tentu saja harapan semua orang. Namun realitanya tidak semua orang yang ada di dekat kita bersikap demikian. Terkadang ada juga orang-orang yang kita anggap sebagai teman dan sahabat justru hanya mementingkan dirinya sendiri dan lebih parahnya memanfaatkan kebaikan kita demi dirinya sendiri.

Menurut KBBI, teman dan sahabat hampir-hampir mirip dari segi pengertiannya. Namun dalam kehidupan sehari-hari istilah sahabat justru memiliki makna yang lebih dalam dari sekedar teman. Sahabat berarti orang yang sangat dekat dengan kita dan bahkan sudah mengetahui seluk beluk kehidupan kita, sedangkan teman bisa jadi semua orang yang ada di sekitar kita baik yang sudah lama kita kenal maupun yang baru kita kenal.

Walaupun demikian, sahabat bisa saja berubah jadi musuh, pacar bisa berubah jadi mantan, suami/istri bisa berubah menjadi duda/janda. Intinya tidak ada orang yang begitu sempurna di dunia ini, kalaupun ada hanyalah orang baik yang tidak mementingkan dirinya sendiri. Jikalau ada orang seperti itu yang bersamamu saat ini dan telah kamu anggap sebagai sahabatmu maka hargai dia, jangan pernah membuatnya kecewa karena sikapmu karena dialah sahabatmu yang tulus dan terbaik.

Sahabat yang benar-benar tulus sangat sulit ditemui di dunia ini mengingat setiap orang pasti punya kepentingannya masing-masing. Esok atau lusa ketika ia sudah mendapatkannya maka dia akan meninggalkanmu. Itulah salah satu kelemahan terbesar manusia, selalu memanfaatkan sesamanya.

Namun jika sahabatmu selama ini selalu berbagi suka dan duka bersamamu tanpa pernah meninggalkanmu maka dialah sahabat terbaikmu, karena satu orang sahabat yang benar-benar tulus jauh lebih baik daripada 1000 teman yang hanya mementingkan dirinya sendiri.

Jangan pernah khianati kepercayaan dan ketulusannya. Jadilah juga dirimu menjadi sahabat yang terbaik baginya karena dari sahabatmulah kamu akan mengerti dan paham apa arti dari ketulusan dan kebersamaan.

Categories: Artikel

Tofan

Prinsip Hidup: Cogito Ergo Sum (Aku Berfikir Maka Aku Ada), Namun berfikir saja tidak cukup, Apa yang harus saya lakukan agar " Menjadi Ada". Jawabannya adalah Berkarya (Aku Berkarya Maka Aku Ada).