“Ketika itu ayah Publius terbaring karena sakit demam dan disentri. Paulus masuk ke kamarnya; ia berdoa serta menumpangkan tangan ke atasnya dan menyembuhkan dia”
(Kisah rasul 28:8).

Berikan tanganmu untuk melayani dan berikan hatimu untuk mengasihi (Mother Teresa)

Sedikit ilustrasi tentang seorang ibu yang hidupnya sebenarnya sangat susah tapi dalam kesehariannya ia kerap berusaha untuk dapat menolong sesama. Dalam suatu kesempatan ada orang yang bertanya kepada si ibu ini “kenapa ibu selalu menolong sesama, padahal hidup ibu sendiri juga susah?”.

Respon si ibu dalam menjawab pertanyaan ini ternyata sangat mencengangkan “Bagi saya hidup adalah memberi manfaat bagi sesama, supaya Tuhan dimuliakan dan kasihNya dinyatakan. Jadi dalam kondisi yang sesusah apa pun juga, selama saya bisa dan diberi kesempatan oleh Tuhan, saya akan terus berbuat baik”. Sangat luar biasa, bukan?

Menjalani musim dingin di Malta bukanlah perkara yang mudah, namun kuasa Tuhan bagi Paulus dan rombongannya itu terus berlanjut:

1. Publius, sang Gubernur menyambut dan menjamu Paulus dan rombongannya itu dengan sangat ramah selama tiga hari. Ini jadi bukti bahwa kuasa Allah memelihara mereka melalui Publius.

2. Kuasa Roh Allah dinyatakan dalam diri Paulus, sehingga melalui doa dan penumpangan tangan, ayah Publius yang sakit dan orang-orang sakit lainnya disembuhkan oleh kuasa Roh yang bekerja dalam diri Paulus.

3. Penduduk Malta sangat menghormati Paulus dan juga rombongannya, sehingga ketika Paulus dan rombongannya itu hendak melanjutkan pelayaran, mereka secara spontan membekali Paulus dan rombongannya itu dengan bekal sesuai yang mereka perlukan.

Ketiga hal ini merupakan cara Allah menyatakan kuasaNya melindungi Paulus dan rombongan di masa sulit dan juga bagi penduduk pulau Malta itu, yang artinya, pulau Malta bukan hanya menjadi tempat perlindungan di musim dingin saja bagi Paulus dan rombongannya itu, tapi juga menjadi tempat pemberitaan Injil tentang kuasa Allah!!

Allah menunjukkan kepada kita bahwa kondisi yang sulit tidak akan dapat menghentikan kuasaNya, karena justru dalam keadaan sulit kuasaNya dengan sempurna bekerja! Oleh sebab itu, kondisi yang sesulit apa pun juga janganlah jadi alasan dan halangan bagi kita untuk terus melayani untuk menyatakan kuasa Tuhan!

Seperti Paulus, kuasa yang sama juga ada dalam diri kita selaku orang-orang yang percaya kepada Kristus. Kuasa Roh Kudus yang bekerja di dalam diri kita akan memampukan kita untuk tetap melayani dalam kondisi yang seperti apa pun juga buruknya, karena Tuhan memang ingin memakai kita secara luar biasa untuk menyatakan kuasaNya!!

Tinggalkan Komentar
Categories: Artikel

Tofan

Prinsip Hidup: Cogito Ergo Sum (Aku Berfikir Maka Aku Ada), Namun berfikir saja tidak cukup, Apa yang harus saya lakukan agar " Menjadi Ada". Jawabannya adalah Berkarya (Aku Berkarya Maka Aku Ada).