Pernahkah Anda menghitung berkat Tuhan yang telah Anda terima? Apa tujuan Anda menghitungnya? Masihkah Anda dapat melihat berkat-Nya dan bersyukur bahkan di saat sedang dalam kesusahan?

Mazmur dari Daud ini berisi ungkapan syukur kepada Allah atas segala berkat yang telah ia terima. Penulis mazmur mengawali dengan ungkapan kerinduannya kepada Tuhan (1). Kemudian ia mengakui apa yang telah Tuhan kerjakan dalam hidupnya. Ada tiga contoh penting yang disebutkan. Pertama, Tuhan mendengar teriaknya minta tolong (2). Kedua, Ia meloloskannya dari bahaya dan memberinya tempat yang aman (3). Ketiga, Ia memberinya alasan untuk selalu memuji Allah (4).

Daud juga mengungkapkan bahwa mengucapkan perasaan syukur atas berkat-Nya tidak cukup hanya dengan kurban sembelihan. Daud menegaskan bahwa kurban yang terutama adalah melakukan kehendak-Nya (7-9).

Bagian akhir dari Mazmur ini berisi doa. Penulisnya berharap agar dilepaskan dari bahaya yang sedang ia alami (12-18). Namun sekalipun keadaannya demikian, penulis mazmur tetap mengingat apa yang pernah Tuhan kerjakan. Ia menghitung berkat, penyertaan, dan pertolongan Tuhan. Hasilnya ternyata sangat banyak (5-6).

Saat keadaan kita baik dan penuh berkat, kita mudah memuji Tuhan. Namun, di kala kesusahan melanda, mengucapkan syukur kepada Tuhan menjadi terasa sulit. Hal ini disebabkan fokus kita hanya tertuju pada kejadian yang sedang menimpa.

Dalam tulisannya, penulis mazmur mengajak kita untuk sejenak melihat ke belakang. Ia berseru agar kita menghitung berkat Tuhan. Kita juga harus mengingat pengalaman masa kesusahan dan cara Tuhan menolong dan memberkati kita. Karya-Nya tidak akan terhitung jumlahnya dalam hidup kita. Inilah yang akan menolong kita. Sekalipun masa sulit melanda, tetapi kita tetap dapat bersyukur dan memuji Dia.

Doa: Ya Tuhan, tolong aku untuk tidak melupakan kebaikan-Mu agar saat hari esok terasa gelap, aku tetap dapat mengucap syukur. [IT]

Bacaan : Mazmur 40

Source: Renungan Untuk Sahabat

Categories: Kristen

Tofan

Prinsip Hidup: Cogito Ergo Sum (Aku Berfikir Maka Aku Ada), Namun berfikir saja tidak cukup, Apa yang harus saya lakukan agar " Menjadi Ada". Jawabannya adalah Berkarya (Aku Berkarya Maka Aku Ada).