Gaji sebesar dan setinggi apapun kalau gaya hidup tinggi, ya gak bakalan cukup.

Sebagai manusia tentu saja dalam diri kita ada rasa tidak puas dengan apa yang kita miliki. Kita hanya memiliki sepeda tapi orang lain punya motor kita kemudian berfikir untuk punya motor juga. Kita hanya punya motor tapi orang lain punya mobil kita ingin punya mobil juga. Orang lain tinggal di perumahan mewah yang harganya selangit sedangkan kita hanya tinggal di rumah yang biasa-biasa saja, kita kemudian berfikir untuk tinggal di hunian mewah juga.

Tanpa kita sadari rasa tidak puas dalam diri kita sering kali membuat kita jatuh. Kita ingin hidup dengan gaya hidup tinggi tapi penghasilan kita pas-pasan. Kita ingin bergaya layaknya orang kaya tapi gaji kita hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Itu semua buat apa? Kita hanya menyiksa diri sendiri dengan gaya hidup kita.

Yah untung baik kalau penghasilan kita tinggi untuk memenuhi gaya hidup yang tinggi. Kalau penghasilan pas-pasan? Apalagi kita tidak tahu apa yang bakalan terjadi hari esok dengan kehidupan kita. Mungkin hari ini penghasilan banyak dan cukup untuk memenuhi gaya hidup tapi esok atau lusa terjadi sesuatu dengan pekerjaan kita dan akhirnya kita tidak mampu lagi membiayai kebutuhan kita.

Baru-baru ini seorang teman membagikan kisah lewat akun twitternya yang bisa menjadi pelajaran untuk kita semua. Dalam postingannya tersebut dia bercerita tentang temannya yang bekerja di perusahaan swasta bergaji 80 juta perbulan.

Baru bekerja jalan 2 bulan, ia kemudian di rumahkan karena pandemi Corona dan akhirnya rumah tangganya langsung berantakan karena selama ini keluarganya berbiaya tinggi.

Kredit mobil mewah, kpr rumah di kota wisata seharga 3 M. Karena dirumahkan akhirnya mereka bingung dimana mau mendapatkan uang.

Dari kisah ini kita kemudian belajar bahwa semakin tinggi penghasilan, semakin tinggi juga gaya hidup kita. Tapi pernahkah kita berfikir bagaimana hari esok? Oleh karena itu selalu cukupkan dirimu dengan apa yang ada. Karena gaji setinggi apapun kalau gaya hidup tinggi, ya gak bakalan cukup.

Categories: Artikel

Tofan

Prinsip Hidup: Cogito Ergo Sum (Aku Berfikir Maka Aku Ada), Namun berfikir saja tidak cukup, Apa yang harus saya lakukan agar " Menjadi Ada". Jawabannya adalah Berkarya (Aku Berkarya Maka Aku Ada).