Pemenang sejati bukannya tidak pernah gagal, tapi mereka yang tidak pernah menyerah.

Confusius seorang filsuf sosial Tiongkok pernah berkata “Kebanggaan kita yang terbesar adalah bukan tidak pernah gagal, tetapi bangkit kembali setiap kali kita jatuh”.

Seseorang yang pernah berusaha untuk menggapai mimpinya di suatu titik pasti akan menemui kegagalan. Kegagalan-kegagalan tersebut merupakan salah satu proses yang harus dilalui.

Banyak orang ketika mengalami kegagalan kemudian menyerah karena pikirnya mungkin tidak ada lagi harapan untuk menggapai mimpinya. Namun seorang pemenang akan menjadikan kegagalan tersebut sebagai motivasi untuk berjuang.

Dalam sejarahpun menjelaskan bahwa orang-orang penting dan berpengaruh di duniapun pernah mengalami kegagalan dalam menggapai mimpinya. Gak percaya?

Berikut adalah fakta-fakta penting dalam sejarah yang membuktikan betapa pentingnya sikap pantang menyerah ini:

Pada tahun 1944, Emmeline Snively, direktur Agensi Model Blue Book mengatakan pada model baru Norma Jean Baker, ‎”Kamu lebih baik belajar pekerjaan sekretaris atau menikah.”‎ Norma tak putus harapan, dan‎ di kemudian hari menjadi Marilyn Monroe.‎

Pada tahun 1954, Jimmy Denny, manajer Grand Ole Opry, ‎memecat seorang penyanyi setelah tampil sekali.‎ Kata Jimmy, ‎”Kau tak akan bisa ke mana-mana, nak, s‎ebaiknya kau kembali mengendarai trukmu…”, namun‎ si penyanyi ini tetap berjuang hingga akhirnya di kenal sebagai Elvis Presley.‎

Pada tahun 1940-an, Chester Carlson mengemukakan idenya kepada 20 perusahaan, ‎termasuk beberapa di antaranya perusahaan terbesar di negerinya, t‎api semua perusahaan itu menolak idenya. Pada tahun 1947, setelah 7 tahun terus-menerus di tolak, ‎akhirnya ada sebuah perusahaan kecil di Rochester, New York, Haloid Company, ‎yang berminat untuk membeli hak cipta atas penemuannya itu, ‎yaitu proses mengkopi kertas secara elektrostatis.‎ Di kemudian hari, ‎Haloid menjadi Perusahaan Xerox.

Seorang guru memarahi seorang siswa laki-laki karena tidak memperhatikan pelajaran matematikanya dan tidak mampu menjawab soal-soal mudah sekalipun. ‎Kata si guru, ‎”Kau tak akan bisa menjadi orang sukses…”, tapi ‎nyatanya anak itu menjadi salah satu penemu terkenal di dunia, ‎dialah Albert Einstein.‎

Hanya karena pernah gagal bukan berarti kamu adalah orang yang gagal. Kamu gagal artinya kamu pernah mencoba, artinya kakimu pernah berlari, kamu pernah bertarung, dan kamu bisa bertarung lagi.

Kalau saat ini kamu sudah mengalami kegagalan dalam usaha meraih cita-cita atau mimpi,‎ Jangan biarkan diri terpuruk ber-lama-lama,‎ Mari Bangkit lagi dan Terus Berjuang.

“Sekarang aku tahu, bahwa Tuhan memberi kemenangan kepada orang yang diurapi-Nya dan menjawabnya dari sorga-Nya yang kudus dengan kemenangan yang gilang-gemilang oleh tangan kanan-Nya.” (Mazmur 20:7)

Categories: ArtikelKristen

Tofan

Prinsip Hidup: Cogito Ergo Sum (Aku Berfikir Maka Aku Ada), Namun berfikir saja tidak cukup, Apa yang harus saya lakukan agar " Menjadi Ada". Jawabannya adalah Berkarya (Aku Berkarya Maka Aku Ada).