Masih ingatkah engkau Waktu pertama kali kita bertemu? Masa-masa indah yang kita lewati bersama dulu? Hingga akhirnya kita bisa sampai pada tahap ini. Tapi ada satu kalimat yang selalu aku ingat dalam benakku.

“Jadilah angin, yang selalu menemani arah awan…!!!”

Terus terang saja, aku tak paham dengan kalimat itu. Engkau tahu, aku selalu lemah tanggap dengan kalimat yang sedikit ‘nyastra’, tapi engkau selalu saja memberikan kalimat seperti itu.

Yang perlu kau tahu, aku bukanlah orang yang sempurna. Masih banyak kekurangan yang sering kulakukan di hadapanmu. Yang ingin kusampaikan, ajarkan aku untuk menyempurnakan ketidaksempurnaan itu.

Denganmu tentunya. Karena aku tahu, bukan aku atau engkau yang sempurna. Tapi kitalah yang membuat hubungan inj menjadi sempurna.

Tetaplah bersamaku, aku akan menemanimu dalam cobaan yang menghambat hubungan kita. Akan kugelar permadani untukmu ketika engkau ingin menceritakan kisah pahit dan sedihmu dalam hidupmu. Ingatlah, kita ada maka sempurnalah diri kita.

Jangan pernah takut menghadapi masa depan, karena aku ada untukmu. Begitu sebaliknya. Kita, bersama akan selalu bisa menghadapi cobaan yang ada. Kesabaran dan saling mendukung itu perlu.

Menetaplah bersamaku untuk hari ini dan selamanya. Aku mencintaimu, tak peduli apapun yang orang lain katakan tentangmu. Terimakasih telah menemani setiap langkahku, suka dukaku. Ku harap kau menjadi yang terakhir, dan tetap yang terindah.

Tinggalkan Komentar
Categories: Artikel

Tofan

Prinsip Hidup: Cogito Ergo Sum (Aku Berfikir Maka Aku Ada), Namun berfikir saja tidak cukup, Apa yang harus saya lakukan agar " Menjadi Ada". Jawabannya adalah Berkarya (Aku Berkarya Maka Aku Ada).