Sudah hampir dua bulan kita melakukan physical distancing dan berada di rumah dalam upaya memutus mata rantai wabah Covid 19. Rasanya begitu lama kita berkutat di dalam masalah yang kita tidak tahu sampai kapan ini akan berakhir.

Mungkin kita merasa jemu, merasa capek, serasa ada tekanan karena untuk menghidupi keluarga kita sudah sangat kewalahan, tabungan sudah semakin menipis, pekerjaan sudah hilang karena work from home alias dirumahkan dengan tanpa dibayar gaji dan lain sebagainya.

Kondisi ini sedikit banyak mempengaruhi kejiwaan kita. Apalagi saat ini kita sudah tidak pernah lagi beribadah di gereja karena adanya himbauan untuk melakukan ibadah mandiri di rumah yang mungkin tidak kita lakukan.

Memang ada sebagian gereja yang melakukan ibadah secara livestreaming, namun apalah daya, jangankan untuk membeli kuota, untuk makan saja kita harus mengharapkan belas kasihan orang lain. Hati kita menjadi gersang dan menjadi mudah marah, mudah tersinggung, mudah diprovokasi, mudah kecewa dan lain sebagainya.

Jangan biarkan diri kita terus menerus seperti ini menjadi tanah gersang dan kering tanpa ada Tuhan.  Di tengah situasi seperti ini tetaplah berharap kepada Tuhan. Datang mendekat kepadaNya melalui pujian dan penyembahan yang kita naikkan di rumah setiap hari. Minta kekuatan kepada Tuhan.

Kita harus bersyukur kepadaNya karena sampai saat ini kita masih diberikan kesempatan untuk menikmati hidup, masih bisa bernafas dengan baik, masih bisa makan dan minum walau mungkin tidak seperti yang diharapkan.

Kita bersyukur karena diberikan kesempatan bersama orang yang kita kasihi di rumah. Kita bersyukur  oleh karena kemurahan Tuhan kita ada sampai hari ini. Kita bersyukur karena walaupun kita kehilangan pekerjaan karena di PHK, hidup kita masih dipelihara oleh Tuhan.  Bersyukur kepada Tuhan karena kasih setiaNya tidak pernah berubah dari dahulu, sekarang sampai selama-lamanya.

Bersyukur kepada Tuhan adalah kata kunci untuk kita bisa bertahan di dalam situasi yang penuh kesesakan seperti saat ini. Bersyukur kepada Tuhan akan memampukan kita untuk tidak kuatir akan hari esok karena kita akan dimampukan mempraktekkan seperti yang firman Tuhan katakan :  “Hari besok mempunyai kesusahannya sendiri. Kesusahan sehari cukuplah untuk sehari.” (Matius 6:34).

Mazmur 106:1 (TB)  Haleluya! Bersyukurlah kepada TUHAN, sebab Ia baik! Bahwasanya untuk selama-lamanya kasih setia-Nya.

Semoga renungan ini dapat menguatkan kita semua. Haleluya. Tuhan Yesus memberkati.

Amin

🔎 Yesus Kristus Adalah Tuhan

Categories: Kristen

Tofan

Prinsip Hidup: Cogito Ergo Sum (Aku Berfikir Maka Aku Ada), Namun berfikir saja tidak cukup, Apa yang harus saya lakukan agar " Menjadi Ada". Jawabannya adalah Berkarya (Aku Berkarya Maka Aku Ada).