Jangan melanjutkan hubungan (pacaran) yang tidak bisa menerima masa lalumu.

Tidak ada orang yang  berkeinginan memiliki masa lalu yang buruk. Setiap orang pernah salah, selama orang itu mau berubah maka tidak menjadi masalah. Bagus malah! Kita harusnya mendukung “perubahannya”. Tuhan Yesus saja “mengampuni” dosa & masa lalu kamu. Nah kamu, bilang: “percaya Yesus namun masa lalu seseorang tidak bisa kamu ampuni”, kamu anaknya siapa sih? Tuhan kamu siapa sebenarnya? Kamu mau cari yang sempurna? Ngimana kalau Tuhan Yesus cari yang sempurna? Habis kamu!

Kejujuran itu penting. Kalau kamu sudah jujur dengan “masa lalumu” terus dia tidak siap menerima dengan masa lalumu? Maka putus! Saja. Orang tersebut bukan yang terbaik untukmu, belum dewasa dan tidak mengenal Tuhan. Jangan tangisi, hal-hal yang tidak penting. Kamu punya Tuhan Yesus yang mati untuk “masa lalu & masa depan” kamu. Dia sudah siapkan yang terbaik yang menerima kamu apa adanya dan bersyukur dengan pribadimu.

Ingat, jangan ngemis-ngemis cinta dengan orang yang tidak siap menerima masa lalumu. Kalau kamu lakukan itu? Kamu juga tidak kenal Tuhan! Harga dirimu jatuh! Jangan pernah lakukan itu. Hebat! Kalau kamu bisa jujur & terbuka dengan masa lalumu, tindakan seperti harusnya di “apresiasi”.

Ingat, dia (pasanganmu) yang dari Tuhan… Dipastikan! akan menolongmu untuk bangkit, menyemangatimu, dan membawamu ke masa depan dan melupakan masa lalumu. Tetap semangat ya! Putuskan saja yang tidak terima masa lalumu (biar jangan buang-buang waktumu).

Jonathan Manullang

Categories: ArtikelKristen

Tofan

Prinsip Hidup: Cogito Ergo Sum (Aku Berfikir Maka Aku Ada), Namun berfikir saja tidak cukup, Apa yang harus saya lakukan agar " Menjadi Ada". Jawabannya adalah Berkarya (Aku Berkarya Maka Aku Ada).