Sabtu sunyi adalah tempat memahami rahasia kematian Kristus sambil menghayati keputus-asaan yang seolah-olah tanpa harapan kehidupan. Suasana tersebut adalah sebuah keadaan yang sekaligus mempertemukan antara keputusasaan dan harapan.

Kalau kini ternyata jenazah Yesus sedang berada dalam makam, itu bukanlah berarti realitas ke-Allahan Yesus adalah kebohongan, karena ternyata kehidupan-Nya berakhir juga di kuburan seperti manusia lain.

Sebaliknya berada dalam kuburan adalah sebuah proses yang hendak menunjukkan kesempurnaan kemanusiaan Yesus yang lahir sebagai manusia, hingga tumbuh menjadi dewasa, berkarya dalam pelayanan, menderita lalu mati sesuai nubuat paranabi.

Sabtu Sunyi adalah keheningan yang menjembatani antara Jumat berdarah dengan Minggu bergelora, yakni jembatan antara kematian Anak Domba dengan Kebangkitan Yesus Kristus.

Dalam saat-saat seperti itulah,murid-murid perdana mengalami kesunyian dan ketakutan karena mereka kehilangan Tuhan Yesus yang sebelumnya menjadi pemimpin mereka.

Mereka tidak hanya sunyi karena tak ada kegiatan pelayanan bersama Yesus tapi juga karena mereka sedang merasakan kesunyian batiniah bahkan ketakutan tanpa pengharapan di hari yg masih mencekam.

Dalam menghayati Sabtu sunyi, maka surat 1 Petrus 4:6 menjelaskan karya Kristus yang dapat menembus dunia orang mati:”Itulah sebabnya maka Injil telah diberitakan juga kepada orang orang mati, supaya mereka, sama seperti semua manusia,dihakimi secara badani;tetapi oleh roh dapat hidup menurut kehendak Allah”.

Dengan demikian kematian Kristus tidak menghentikan karya keselamatan Allah dalam kehidupan umat manusia, melainkan lebih jauh menjangkau keberadaan manusia yang telah meninggal.

Dalam rangkaian proses penguburan Yesus kita pun diajak untuk seperti pemazmur yg terus berseru kepada Tuhan sekalipun disekitarnya terdapat ancaman. Dibutuhkan sebuah keyakinan yang besar menjalani kehidupan agar iman kita tidak Ikut terkubur seperti Yusuf dan Nikodemus yang terus menyatakan imán mereka kepada Yesus Sekalipun mereka berada di titik kehidupan yang sangat mencekam. Amin.

Categories: Kristen

Tofan

Prinsip Hidup: Cogito Ergo Sum (Aku Berfikir Maka Aku Ada), Namun berfikir saja tidak cukup, Apa yang harus saya lakukan agar " Menjadi Ada". Jawabannya adalah Berkarya (Aku Berkarya Maka Aku Ada).