Berhentilah menyakiti pasanganmu. Jangan lupa, hukum tabur-tuai berlaku. Apa yang engkau tabur, itu pula yang engkau tuai. Setiap kali kamu membodohi pasanganmu maka menunjukkan betapa kurang aj*rnya dirimu (betapa tidak terhormatnya dirimu).

Laki-laki adalah kebanggaan. Jadilah! Bisa dibanggakan. Setiap kali pasangan atau orang lain mengingat kamu, maka mereka bangga dan senang terhadap kamu karena sikapmu yang terpuji. Laki-laki adalah kehormatan bagi pasangannya, jadilah terhormat dengan sikapmu yang terpuji.

Jangan sakiti pasanganmu, jaga kekudusan/ kehormatan pasanganmu, jadilah setia. Maka kelak! Anak-anakmu akan “mewarisi” kebaikanmu sehingga generasimu adalah generasi yang diberkati Tuhan karena teladan orang tuanya.

Jadilah! Imam yang membawa damai sejahtera, sukacita dan berkat Tuhan. Bagaimana? Dengan menjaga hidupmu sesuai Firman Tuhan yaitu “kasih, kebenaran dan iman”.

Buat para laki-laki, tanpa wanita kamu tidak akan bisa berbuat apa-apa. Ingatlah, Adam tak berdaya saat Tuhan belum menciptakan Hawa. Ingatlah kamu dilahirkan dari rahim seorang wanita, dikandung selama 9 bulan juga di perut wanita, maka sedikitpun jangan pernah menyakiti hatinya.

Saat sudah jatuh cinta, wanita memang lemah dan tak berdaya layaknya sebuah boneka. Yah, tak berdaya layaknya boneka, kamu bisa sesuka hati mempermainkannya, membantingnya, dan bahkan menginjak-injakknya. Namun ingat, tidak ada laki-laki sejati yang memainkan boneka! Laki-laki sejati akan memuliakan wanita, sebab dia tahu, ditelapak kakinya ada sebuah surga.

Referensi: Jonathan Manullang

Categories: Artikel

Tofan

Prinsip Hidup: Cogito Ergo Sum (Aku Berfikir Maka Aku Ada), Namun berfikir saja tidak cukup, Apa yang harus saya lakukan agar " Menjadi Ada". Jawabannya adalah Berkarya (Aku Berkarya Maka Aku Ada).