Sering sekali karena keinginan “mata” dan “daging” kita melupakan Tuhan dan firmanNya. Itulah sebabnya mengapa banyak pernikahan Kristen ditengah perjalanan “berpisah”.

Ada beberapa penyebabnya yaitu:

  • Dimana dimasa perkenalan (pacaran) tidak melibatkan Tuhan, tidak ikuti standar firman dan lebih mementingkan keinginan mata dan daging daripada mengutamakan karakternya.
  • Tidak siap dan tidak “dewasa” dalam memasuki pernikahan akibatnya tidak siap dengan semua permasalahan kehidupan.

Saya selalu sampaikan kepada generasi muda: “lebih baik terlambat menikah, daripada menikah dengan orang yang salah”. Jangan pernah main-main saat berpacaran, kalau tidak serius untuk menikah sebaiknya jangan berpacaran, jangan coba-coba.

Jangan supaya kelihatan hebat & memuaskan ngengsimu. Jangan pula karena orang itu “cakep dan kaya” kalau langgar semua firman Tuhan, itu kebodohan fatal.

Sekalipun orang itu sederhana namun kalau dia tulus, jujur, kerja keras, mengasihimu sungguh-sungguh dan mengandalkan Tuhan maka kelak Tuhan bisa membuat orang tersebut “berhasil dan sukses”.

Untuk itu, jangan pernah berpacaran dengan seseorang yang tidak dewasa, egois, kasar dan tidak takut Tuhan supaya kamu jangan tertekan kedepannya. God bless you.

Jonathan Manullang

Categories: Kristen

Tofan

Prinsip Hidup: Cogito Ergo Sum (Aku Berfikir Maka Aku Ada), Namun berfikir saja tidak cukup, Apa yang harus saya lakukan agar " Menjadi Ada". Jawabannya adalah Berkarya (Aku Berkarya Maka Aku Ada).