Terima kasih ayah untuk semua kasih sayangmu. Karena dirimu aku mampu berdiri tegak sampai saat ini walau cobaan datang silih berganti.

Ayah, beliau adalah pahlawanku. Keberadaanmu sangat penting bagiku. Engkau selalu berada di sampingku, menemani setiap langkah hidupku dalam menghadapi beratnya cobaan dunia.

Engkau selalu menjagaku dan menyayangiku. Kasih sayangmu layaknya kasih sayang seorang ibu.

Walaupun selaku dikenal galak, namun itu semua ayah lakukan agar aku bisa menjadi orang yang mandiri, tegar dan tidak manja.

Walaupun ayah selalu overprotective, itu semua bermaksud agar aku merasa aman dan tidak terjerumus ke jalan yang salah.

Sering ayah memarahiku namun aku tidak akan marah balik karena ku sadari bahwa itu semua demi kebaikanku. Namun satu yang pasti, dalam hatinya pasti ada rasa menyesal karena telah membuat anaknya down dengan suaranya yang keras dan karakter yang keras.

Dibalik senyum manis seorang ayah, beliau diam-diam menyimpan sejuta problema terutama bagaimana kebutuhan anaknya bisa terpenuhi.

Terkadang ayah juga sering mengalah demi membuat anaknya bahagia. Karena kebahagiaan anaknya adahal hal yang wajib dipenuhi.

Semoga semua keringatmu selama ini dibalas surga. Amin

Categories: Artikel

Tofan

Prinsip Hidup: Cogito Ergo Sum (Aku Berfikir Maka Aku Ada), Namun berfikir saja tidak cukup, Apa yang harus saya lakukan agar " Menjadi Ada". Jawabannya adalah Berkarya (Aku Berkarya Maka Aku Ada).