Bagi sebagian orang, saat yang tepat untuk memberi adalah pada saat mereka sudah mempunyai banyak uang dan cukup kaya.

Sebelum mereka menjadi kaya, maka tidak layak untuk memberi karena diri mereka sendiri masih kekurangan.

Masih ingatkah dengan kisah Janda Sarfat, di mana Janda ini memberi hamba Tuhan di tengah kekurangannya? Janda hanya memiliki makanan untuk sehari dan tidak kuatir akan hari esok untuk memberi.

Lalu apa yang terjadi? Setelah Jnda Sarfat memberi, maka terjadi sebuah mujizat yang tidak mampu terbendung apapun. Semua buli-buli yang Janda itu miliki telah terisi penuh oleh minyak dan tepung yang melimpah.

”Tidak perlu menunggu kaya untuk bisa memberi. Apa yang kita miliki saat ini, berilah dengan kerelaan hati untuk orang-orang yang membutuhkan pertolongan. Saat kita memberi, maka pintu berkat Tuhan akan terbuka.”

Lukas 6:38 “Berilah dan kamu akan diberi: suatu takaran yang baik, yang dipadatkan, yang digoncang dan yang tumpah ke luar akan dicurahkan ke dalam ribaanmu. Sebab ukuran yang kamu pakai untuk mengukur, akan diukurkan kepadamu.”

Sumber: Embun Pagi

Categories: Artikel

Tofan

Prinsip Hidup: Cogito Ergo Sum (Aku Berfikir Maka Aku Ada), Namun berfikir saja tidak cukup, Apa yang harus saya lakukan agar " Menjadi Ada". Jawabannya adalah Berkarya (Aku Berkarya Maka Aku Ada).