Setiap orang memiliki masa lalu. Beberapa dilecehkan secara fisik. Beberapa memiliki orang tua yang kejam. Beberapa memiliki masalah pubertas. Beberapa mengalami pelecehan sebagai anak dari anggota keluarga mereka sendiri. Beberapa telah mengacaukan kisah cinta. Beberapa dipaksa berhubungan badan atas nama cinta. Beberapa telah dibius. Beberapa dari mereka dip*rk*sa. Beberapa difoto dengan kejam di tempat tidur. Beberapa telah diperas oleh mantan pacar mereka. Beberapa berada dalam hubungan yang kasar. Beberapa memiliki masalah menstruasi. Beberapa memiliki keluarga yang hancur. Beberapa orang bercerai. Beberapa memiliki masalah obesitas. Beberapa mengalami kekeringan finansial. Beberapa memiliki kecanduan narkoba atau alkohol. Beberapa mengalami percobaan bunuh dir* yang gagal.

Jika Anda melihat seorang wanita, yang telah melalui semua ini tetapi sudah menyeka air matanya, mengikat rambutnya, menutupi kesedihannya dengan senyum ilahi, berdiri tinggi dan kuat, mulai berjalan menuju masa depannya karena ia masih memiliki harapan tersisa di dalam dia dan belum menyerah pada konsep cinta yang masih ada di dunia ini, jangan menikamnya dengan masa lalunya. Jangan berhadapan dengannya. Jangan menamparnya dengan lebih banyak pelecehan.

Beri jalan untuknya dan berjalan di sampingnya. Mungkin bisa memegang tangannya dan berjalan sebentar. Anda akan tahu betapa manisnya jiwa itu dan seberapa kuat harapannya. Anda akan kagum pada bagaimana dia membawa dirinya sendiri setelah semua energinya dihisap habis.

Dia tidak harus selalu hanya wanita di sebelah atau dari rumah yang berbeda. Dia bisa menjadi teman Anda sendiri, saudara perempuan Anda sendiri, pacar Anda sendiri, istri Anda sendiri, bahkan mungkin ibu Anda sendiri.

Jangan menilai dia dari masa lalunya. Berikan padanya masa depan damai yang layak untuknya. Pegang tangannya melawan dunia, yang hanya tahu untuk menghakimi. Beri dia cinta yang selalu dia dambakan.

Sampai hari ini saya masih percaya satu hal bahwa setiap orang dilahirkan memiliki hati yang baik. Mari saling memeluk dan hidup saling berdampingan. Kita semua hanya perlu menghargai keputusan masing-masing dan tetap berjalan beriringan.

Categories: Artikel

Tofan

Prinsip Hidup: Cogito Ergo Sum (Aku Berfikir Maka Aku Ada), Namun berfikir saja tidak cukup, Apa yang harus saya lakukan agar " Menjadi Ada". Jawabannya adalah Berkarya (Aku Berkarya Maka Aku Ada).