Apa yang kita tanam pasti kita tuai. Pepatah ini sudah sering kita dengar. Bahkan mungkin kita sendiri sudah pernah mengucapkannya. Sungguh singkat namun maknanya sangat dalam. Kalimat itu sesungguhnya telah disampaikan dalam Firman Tuhan.

Menanam dan menuai itu tidak dapat di wakilkan. Kita tak bisa bilang: saudara saya menanam bibit yang baik, nanti saya yang menuainya atau sebaliknya. Jadi kalau mau menuai yang baik- baik, mulailah menanam yang baik pula.

Jika kita menabur badai pasti kita menuai bencana karena itu berhati hatilah dalam bertindak. Jangan menari di atas penderitaan orang lain. Kita harus sadar bahwa perjalanan kehidupan kita tidak selamanya berada pada kondisi yang seperti sekarang ini.

Mungkin hari ini kita kuat tetapi besok pasti kita lemah. Mungkin hari ini kita kaya dan berkecukupan tetapi akan ada waktunya kita akan mengalami kekurangan. Karena itu, mari angkat yang jatuh, dan topanglah yang lemah.

Di dunia kita harus percaya ada hukum sebab akibat.  Maka dari itu Jangan pernah menorehkan luka dan meninggalkan tangis  pada seseorang jika tidak ingin di kemudian hari  merasakan hal yang sama, pedih dan derasnya air mata.

Galatia 6:9a “Janganlah kita jemu-jemu berbuat baik, karena apabila sudah datang waktunya, kita akan menuai”

Categories: Kristen

Tofan

Prinsip Hidup: Cogito Ergo Sum (Aku Berfikir Maka Aku Ada), Namun berfikir saja tidak cukup, Apa yang harus saya lakukan agar " Menjadi Ada". Jawabannya adalah Berkarya (Aku Berkarya Maka Aku Ada).