Disebuah ujung perkampungan, tampak sebuah pohon mangga yang selalu ceria sepanjang hari. Daunnya yang lebat menjadi perteduhan banyak orang bahkan dia pun merasa senang kalaupun sering dilempari batu namun buahnya menjadi makanan bagi banyak orang.

Di perkampungan itu, hidup juga seekor kambing yang usil dan jahat. Dia merasa iri jika pohon mangga itu menjadi perhatian banyak orang. Beberapa waktu kemudian dia mulai merencanakan yang jahat. Suatu sore dia mendatangi pohon mangga itu lalu mengeluarkan kotoran nya di bawah pohon mangga itu tepat ditempat-tempat yang biasa di duduki oleh orang-orang.

Sejak waktu itu, orang-orang mulai segan untuk mendatangi pohon mangga yang sudah berbau kotoran kambing itu. Sudah tidak ada yang mau menikmati buahnya. Pohon mangga ini sudah mulai merasa sedih berhari-hari.

Namun beberapa bulan kemudian, tanpa diduga-duga ia dikejutkan dengan suatu pengalaman baru. Tampak buahnya justru semakin banyak dari sebelumnya. Daunnya pun semakin lebat. Dia baru menyadari bahwa kejahatan kambing itu memberikan kebaikan baginya. Dengan kotoran kambing yang ditebarkan di setiap tanah di dekatnya, membuatnya lebih subur dari semula. Kini banyak orang yang justru menjadikan pohon mangga itu menjadi tempat perteduhan yang nyaman. Buahnya yang banyak menjadi berita sampai ke kampung-kampung tetangga. Setiap hari, ia tidak pernah sepi dari kunjungan orang-orang yang berteduh sambil menikmati buahnya.

Bukankah demikian juga dengan kita?

Begitu banyak orang yang Tuhan tempatkan di sekeliling kita untuk memberkati kita lewat cara mereka yang jahat juga. Ada yang berbuat jahat, namun mengajarkan kita untuk tidak membalas kejahatan, dengan demikian kita semakin diberkati dengan perubahan karakter yang indah seperti Kristus.

  • Ada TEMAN yang bersifat keras, dialah sebetulnya yang mendidik kita untuk berani dan bersikap tegas.
  • Ada TEMAN yang lembut, dialah yang mengajarkan kepada kita cinta dan kasih sayang terhadap sesama. 
  • Ada TEMAN yang cuek dan masa bodoh, dialah sebetulnya yang membuat kita berpikir bagaimana agar kita bersikap perhatian terhadap orang lain.
  • Ada TEMAN yang tidak bisa dipercaya dan kata-katanya sulit dipegang kebenarannya, sebetulnya dialah yang membuat kita berpikir dan merasa betapa tidak enaknya dikhianati, maka belajarlah untuk menjadi orang yang dapat dipercaya.
  • Ada TEMAN yang jahat dan hanya memanfaatkan kebaikan orang lain, sebenarnya dia adalah orang yang membuat kita berpikir bagaimana bisa berbuat banyak kebaikan namun tetap waspada.

Setiap karakter manusia di atas akan selalu baik dan mendidik kita (Besi menajamkan besi, orang menajamkan sesamanya).

Percayalah suatu saat kita pasti akan berterima kasih kepada orang yang saat ini sering membuat kita, sengsara, sakit hati, merasa tertindas, merasa terhina karena melalui mereka kita belajar bagaimana kita harus tegar dalam menghadapi hidup ini. Tanpa orang-orang seperti itu kita akan selalu terlena dalam zona nyaman dan tidak akan berkembang.

Tuhan memiliki konsep yang cukup berbeda dengan apa yang manusia pikirkan. “Besi menajamkan besi, serta manusia menajamkan sesamanya” ini adalah cara kerja Tuhan untuk memperindah umat-Nya. Kita selalu kecewa jika tidak diperlakukan dengan baik oleh orang lain, tapi hal itu justru baik menurut pandangan Tuhan untuk menajamkan kita lebih indah dalam hal karakter.

Renungkanlah baik-baik sobat, jika hal itu tidak penting untuk hidup kita, maka Tuhan tidak akan pernah mengijinkan itu terjadi. Sehingga dengan demikian, kita bisa berpikir bahwa semua yang terjadi termasuk perlakuan yang buruk dari orang lain, Tuhan ijinkan karena ada baiknya dan ada berkat kebaikan yang akan kita peroleh dari sana.

Bersyukurlah selalu dalam setiap keadaan dan terimalah setiap orang di dalam hidup kita karena ALLAH tidak pernah keliru mempertemukan kita dengan orang-orang di sekitar kita. Tuhan Yesus memberkati.

Roma 8:28
“Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah”

Amsal 27:17
Besi menajamkan besi, orang menajamkan sesamanya.

Categories: Kristen

Tofan

Prinsip Hidup: Cogito Ergo Sum (Aku Berfikir Maka Aku Ada), Namun berfikir saja tidak cukup, Apa yang harus saya lakukan agar " Menjadi Ada". Jawabannya adalah Berkarya (Aku Berkarya Maka Aku Ada).