Kita terkadang terlalu mudah baperan. Terlalu mudah jatuh cinta. Terlalu cepat dalam mengartikan cinta, dan juga minim dalam pemahaman apa itu cinta yang sebenarnya.

Nggak sedikit yang ketika jatuh cinta, lalu pacaran, berusaha untuk setia, tak sanggup ya putus, lalu jatuh cinta, pacaran lagi, berusaha setia lagi. Gitu aja terus. Semudah itukah mengartikan sebuah cinta?

Jangan mudah baperan, jangan terlalu mudah dalam mengartikan cinta, dan jangan terlalu berharap dengan perhatian-perhatian khusus dari dia, walaupun dia sudah menjadi pacarmu. Karena sampai kapanpun kamu akan tetap tunduk pada apa yang sudah ditetapkan-Nya. Jalan terbaiknya apa? Ya tentu kamu bisa memahami, dan mengerti langkah apa yang harusnya kamu pilih. Terkadang memang hati menginginkan untuk pacaran, berusaha setia dengan pacar berharap dia menjadi jodoh kamu nantinya. Namun, coba tanya hatimu yang paling dalam, “sudah benerkah jalan yang kutempuh saat ini” atau kamu memaksakan dan pura-pura nggak tahu akan aturan-Nya karena takut kehilangan cintamu.

Sebenarnya ini simple. Ketika kamu dihadapkan pada dua pilihan, cinta-Nya atau cinta dia, kamu sudah mengertikan yang mana akan kamu pilih. Tinggal memposisikan saja dihatimu siapa Dia Allah, dan siapa pacarmu.

Dan yang harus kamu pahami juga bahwa setiap kita manusia pernah jatuh cinta, setiap kita memang ditkadirkan untuk jatuh cinta. Tapi, setiap yang saling jatuh cinta belum tentu ditakdirkan untuk bersatu. Maka serahkanlah semuanya pada Allah, jalani semuanya karena Allah, hingga nanti Allah takdirkan kamu dan dia (jodohmu) merasakan indahnya jatuh cinta dalam ikatan halal. Jatuh cinta yang dipertemukan karena ketaatan.

Source: Bismillah

Categories: Artikel

Tofan

Prinsip Hidup: Cogito Ergo Sum (Aku Berfikir Maka Aku Ada), Namun berfikir saja tidak cukup, Apa yang harus saya lakukan agar " Menjadi Ada". Jawabannya adalah Berkarya (Aku Berkarya Maka Aku Ada).