Ujian dalam pernikahan pasti akan selalu ada dan bentuknyapun berbagai macam. Tidak ada jaminan bahwa pernikahan yang dirancang dengan baik dan indah tidak akan mendapatkan suatu ujian di dalamnya.

Ujian tersebut bisa datang kapan saja dan tanpa di duga-duga. bisa saja ia datang di tahun pertama, tahun kelima, mungkin belasan tahun atau puluhan tahun berikutnya.

Salah satu ujian terberat dalam pernikahan terutama bagi sang suami adalah cintanya kepada istrinya. Cinta seorang suami kepada istrinya akan diuji dalam enam kondisi ini:

Saat Suami Jadi (Lebih) Kaya

Ketika seorang suami menjadi lebih kaya raya padahal sebelumnya hidupnya pas-pasan, disitu ia akan diuji apakah ia akan tetap mencintai istrinya sama seperti semula ketika hidup mereka pas-pasan atau tidak. Jika suami tetap mencintai istrinya yang telah menemaninya berjuang salama ini, terbuktilah kualitas dan kemuliaan cinta sang suami kepada istrinya.

Saat Istri Tak Cantik Lagi

Saat istri tak secantik dulu lagi, kulitnya tak sekencang dulu. Apalagi saat itu, kadang lelaki memasuki masa pubertas kedua. Saat itulah cinta suami diuji. Oleh karena itu ajaran agamja mewasiatkan bahwa ketika menikah, seorang laki-laki harus menjadikan agama sebagai alasan utama, bukan kecantikan karena kecantikan suatu saat akan pudar.

Ketika Istri Sakit Lama

Ketika sang istri sakit dalam kurun waktu yang sangat lama disitulah ujian cinta bagi sang suami. Apakah cinta suami akan bertahan atau dia justru akan mencampakkan teman hidupnya selama ini yang selalu ada saat dibutuhkan.

Ketika Istri Mengandung dan Melahirkan

Rata-raya wanita yang hamil dan melahirkan tubuhnya akan berubah bentuk. Tak lagi langsing, tak lagi seksi. Bagi seorang laki-laki, ini adalah ujian cinta apakah ia tetap mencintai istrinya sepenuh hati atau justru malah akan berkurang.

Ketika Istri Stagnan

Ketika menikah lelaki akan mengalami perkembangan pesat terutama dalam hal karirnya. Namun, wanita justru terkadang mengalami stagnan. Istri yang dulu ketika muda terlihat sangat mengesankan dan membuat suami jatuh hati kini terlihat tak sehebat dulu. Suami tak merasakan lagi meihat istrinya menjadi wanita yang dia kagumi seperti dulu. Istri stagnan ketika mengalami fase kehamilan dan pasca melahirkan. Sering kali rasa tak nyaman dan kelelahan saat hamil dan sesudah melahirkan membuat istri stagnan. Ini merupakan ujian suami, apakah suami tetap bisa mengagumi istri meski istri stagnan dan tak terlihat cantik seperti dulu.

Ketika Istri Belum Hamil

Sudah bertahun-tahun menikah, istri belum juga hamil. Ini juga ujian cinta bagi suami. Apakah ia bisa bersabar seraya berprasangka baik kepada Allah dan tetap mencintai istrinya atau justru cintanya kandas.

Setiap rumah tangga pasti akan memiliki ujiannya masing-masing, dan apabila pasangan suami istri saling menyayangi dan cintanya lebih kuat dari ujian tersebut maka niscaya mampu bertahan sampai maut memisahkan.

Tinggalkan Komentar
Categories: Artikel

Tofan

Prinsip Hidup: Cogito Ergo Sum (Aku Berfikir Maka Aku Ada), Namun berfikir saja tidak cukup, Apa yang harus saya lakukan agar " Menjadi Ada". Jawabannya adalah Berkarya (Aku Berkarya Maka Aku Ada).