Baru-baru ini seorang nitizen membagikan kalkulasi keuntungan yang didapatkan oleh seorang yang melakukan penipuan secara online melalui kontes foto bayi dan anak di medsos.

Postingan akun facebook Dhe Marsya Putri pun sudah dibagikan lebih dari 35 ribu kali di facebook mengenai bagaimana penipuan kontes foto bayi dan anak di medsos. Berikut postingannya:

Di blok oleh Ibu muda yang baru saja memenangkan juara 1 lomba kontes foto bayi online. Majang foto piala dan piagam, tanpa hadiah berupa uang atau benda berharga lainnya.

Gara-gara komen “Sis, maaf itu penipuan lho, semua pesertanya juara. Apa ajah kategorinya dikarang-karang. Anak terlucu lah, senyum termanis lah, paling fotogenic lah, mata terbulet lah, rambut terjabrik lah, dst….”

Sedangkan tolok ukur penilaiannya kita tidak tahu berdasarkan apa dan mereka selalu berlindung dengan kata “Keputusan bersifat mutlak dan tidak dapat diganggu gugat”

Asal tahu saja yaa bukibuk hitzz zaman Now. Harga Piala : Rp. 10.000 – 20.000 (beli Grosir lebih murah lagi, di pasar senen/Asemka banyak) Piagam : 1000 – 3000/lembar.

Berapa Ibu bayar Pendaftarannya? baik pendaftaran awal atau pendaftaran akhir. 50 ribu? 100 ribu? Silahkan hitung dengan logika.

Misal lombanya untuk 100 peserta dan 1 peserta bayar 50.000. Anggaplah semua peserta adalah juara 1. Maka ada Pemasukan Rp. 5.000.000.
Biaya Pengeluaran Piala 20.000 + piagam 1000 (saya liat piagamnya ala kadarnya, jadi ini harga paling pas) 21.000 x 100 = Rp. 2.100.000.

Maka tiap event ini mengudara pelaku dapat pemasukan kasar setidaknya Rp.2.900.000 yang bersumber dari Ketidaktahuan bahkan kebodohan Ibu-ibu kekinian jamaah facebookiyah sohibul path wal Instagram yang segala sesuatu kebahagiaan dan pencapaian hidupnya diukur dalam skala fotogenic binti Instagramable.

Itu kalo 50.000 lho, kalo 100 ribu? 150 ribu? 200 ribu? hitung sendiri yaaa.

Sederhananya, mau dilombakan atau tidak, semua anak kecil itu lucu, imut dan gemesin. Termasuk anakan Tyrex, Buaya, Komodo sekalipun. Nah gedenya nanti ada yang tetap imut-imut, ada yang jadi amit-amit, tergantung gimana bapak emaknya.

Jadi untuk para orang tua diluar sana, harap memperhatikan ketika hendak mengikuti event apalagi yang melibatkan anak, jangan sampai anda jadi ladang bagi si penipu untuk meraup keuntungan yang besar.

Categories: Artikel

Tofan

Prinsip Hidup: Cogito Ergo Sum (Aku Berfikir Maka Aku Ada), Namun berfikir saja tidak cukup, Apa yang harus saya lakukan agar " Menjadi Ada". Jawabannya adalah Berkarya (Aku Berkarya Maka Aku Ada).