Memberi hutang bukan saja memberi masalah pada penerima hutang tapi kadang malah bikin masalah besar pada si pemberi hutang. Bisa dibilang beberapa kali memberi pinjaman pada teman berakhir pada kekecewaan dan berakhirnya silaturahmi yang tidak kita kehendaki. 

Bagaimana tidak penghutang pada akhirnya jadi lebuh galak dan main delete/hapus kontak.

Sulitnya menagih hutang, hutang kadang bikin orang jadi pembohong. Lihat saja ketika mereka ditagih setiap hari cuma banyak bikin janji:

Senin: bilang oke
Selasa: ya
Rabu: sebentar
Kamis: sabar
Jumat: besok
Sabtu-minggu: bank tutup

Seperti kisah yang dibagikan oleh akun facebook Pangestu Aji Aryo dibawah akan membuka pikiran kita betapa pentingnya melunasi hutang.

Sekitar 4 Tahun lalu sahabat saya meminjam uang. Tidak banyak, 750 ribu Rupiah dengan alasan untuk berobat anaknya dan berjanji akan dibayar saat gajian.

Saya berikan dengan niat menolong. Sebulan kemudian tibalah saat gajian. Saya menunggu dengan harapan sahabat saya akan melunasinya.

Bulan pertama tak ada kabar hingga bulan ketiga.

Sampai suatu saat saya melihatnya menggunakan motor baru (masih kredit) dan baru saja selesai belanja dimall dengan barang Belanjaan yang cukup banyak.

Keesokan Harinya saya coba hubungi dengan niat menanyakan kabar namun telfon saya tidak di angkat. Saya sms, terkirim. Namun tidak dibalas hingga 5 hari.

Suatu ketika disebuah jalan tidak sengaja kami bertemu, seperti biasa saya menanyakan kabar dan pada akhirnya saya bertanya, “Mas… saya butuh uang, bisa gak hutangnya dilunasi segera”, dengan lemah lembut dan penuh senyuman.

Namun dia membentak saya dengan Kasar. Seraya berkata:

“KALAU ADA UANG JUGA UDAH DIBAYAR!
GAK PERCAYA BANGET”

lalu dia pergi…

Sekitar 2 minggu kemudian saya Ke tempat lomba dan gak sengaja melihat dia sedang mendapat kemenangan sebuah kejuaraan lomba dan ternyata uang yang didapat lumayan besar.

Berkali kali saya melihatnya Hidup Mewah namun tidak mampu membayar hutang.

Dan sekarang sudah 4 tahun lebih, sayapun sudah tidak berharap hutang itu akan dibayar karena tiap saya hubungi tidak ada jawaban dan selalu menghindar.

Saat itu saya seperti pengemis, yang meminta minta uang saya sendiri.

Sampai disini saya hanya ingin kalian yang memiliki hutang agar segera melunasinya. Karena kekecewaan orang yang kalian Hutangi sama persis seperti yang saya tulis.Tatkala kalian Menunda nunda dalam membayar hutang.

Hiduplah dengan apa yg kalian miliki dan jangan memaksakan diri meraih Kemewahan dengan menyusahkan orang lain.

Ingat janji adalah hutang,  hutang bikin orang banyak janji. Hutang akan memberatkan timbangan di hari akhir jika tidak kita selesaikan.  Jangan sampai dibawa mati,  tuntaskan hutangmu di dunia.

Categories: Artikel

Tofan

Prinsip Hidup: Cogito Ergo Sum (Aku Berfikir Maka Aku Ada), Namun berfikir saja tidak cukup, Apa yang harus saya lakukan agar " Menjadi Ada". Jawabannya adalah Berkarya (Aku Berkarya Maka Aku Ada).