“Kamu kan wanita, ngapain belajar dan kuliah tinggi-tinggi? Nanti juga kerjaannya cuman ngurus anak? Nanti juga ujung-ujungnya di dapur?”

Inilah beberapa alasan mengapa wanita harus berpendidikan tinggi!

Butuh Ilmu Untuk Mendidik Anak

That’s the whole point. Kamu akan menjadi seorang ibu. Kamu harus belajar dengan tekun, karena kamu akan menjadi ibu untuk anak-anakmu kelak. Anak-anakmu berhak untuk dididik dan dibesarkan oleh ibu yang cerdas dan berpendidikan.

Kelak anak-anakmu akan bertanya kepadamu tentang banyak hal, tentang pelajaran, tentang cara menyelesaikan masalah, tentang agama, dan masih banyak lagi bahkan hingga mereka dewasa. Dan semoga bukan jawaban bodoh dan tidak berdasar yang keluar dari mulutmu.

Bukankah ibu adalah madrasah pertama bagi anak-anaknya?

Tidak inginkah kamu dipandang sebagai wanita yang penuh wawasan dan pengalaman oleh anakmu?

Cantik VS Ilmu

Mungkin kamu pernah mendengar “gak usah sekolah tinggi-tinggi untuk dapat cowok, cukup berdandan yang cantik saja”

Iya, memang cowok tertarik dengan wanita yang cantik. Tapi kalau cantik, pas diajak ngobrol gak nyambung, ya cowok juga bakalan ilfeel sama kamu.

Cowok gak akan asal comot untuk memilih cewek yang akan menjadi ibu bagi anak-anaknya kelak, karena cowok biasanya mau cewek yang terbaik yang bisa jadi pasangan hidupnya. Karena cantik termakan waktu namun ilmu kekal abadi.

Bisa Bekerja dan Membantu Suami dari Segi Finansial

Kamu tidak akan pernah tahu sampai kapan umur dan jabatan bisa bertahan. Seorang wanita yang punya bekal pendidikan bisa bekerja membantu suaminya. Mereka bisa bekerja di kantor, membuat usaha, jualan online, dan lain sebagainya.

Wanita yang punya ilmu pasti akan terus menyerap dan mengembangkan ilmu mereka dalam hal apapun.

Contohnya saja seorang istri yang punya hobi dan keahlian memasak, jika ia berilmu maka ia akan berfikir untuk mengembangkan hobinya dengan membuka restoran, warung makan atau jual online sehingga hobi dan keahliannya memasak tidak terbuang sia-sia.

Selain bisa mengembangkan hobi dan keahliannya, ia juga bisa sekaligus membantu suaminya dalam hal finansial.

Karir VS Keluarga

Banyak yang bilang kalau cewek yang berpendidikan tinggi dan bekerja akan melupakan kodratnya sebagai wanita dan melupakan keluarganya. Wanita yang menyerap dan menerapkan ilmunya dengan baik, tahu pasti kapan waktunya mereka bekerja dan kapan waktunya mereka jadi istri dan seorang ibu.

Setinggi apapun pendidikan dan jabatan seorang wanita bila sudah di rumah, ia akan tetap menjadi istri dan ibu yang mengkoordinir urusan rumah tangga.

Jadi gak adil donk kalau wanita gak boleh berpendidikan tinggi karena takut melupakan kodratnya?

Dapat Mandiri dan Bertahan

Jika dalam satu waktu seorang wanita diharapkan dengan posisi yang mengharuskan mereka untuk mandiri dan bertahan dikarenakan suaminya meninggal atau bercerai, wanita yang berilmu akan tetap bisa melanjutkan hidup dan membiayai anak-anaknya dengan berbekal pendidikan yang ia punya.

Menjadi wanita biasa tidak selamanya menyelamatkan, terkadang kita harus menjadi luar biasa agar bisa bertahan di dunia yang semakin hari semakin keras.

Tidak Mudah Ditipu

Wanita yang berpendidikan tinggi juga tidak mudah ditipu, mereka akan tahu kepada pihak mana mereka akan mengadukan dan meminta solusi bagi setiap permasalahannya.

Baik memutuskan untuk berkarir ataupun menjadi ibu rumah tangga, wanita harus mempunyai ilmu dan berpendidikan tinggi. Untuk kebaikan dirinya, suaminya, anak-anaknya dan lingkungan sekitarnya.

Gak mau kan nanti anakmu ngomong “Dulu ibu juga cuman lulusan SMA dan gak mau kuliah, jangan nyuruh-nyuruh aku kuliah deh kalau gak pernah ngerasain kuliah”

Sebelum hal ini terjadi mending hindari deh. Dengan mempunyai pendidikan tinggi kamu juga bisa memotivasi pasangan kamu dan tentunya anak-anakmu.

Percayalah! Ilmu tidak akan sia-sia.

Utas oleh Seterahdeh (Sumber twitter)

Categories: Artikel

Tofan

Prinsip Hidup: Cogito Ergo Sum (Aku Berfikir Maka Aku Ada), Namun berfikir saja tidak cukup, Apa yang harus saya lakukan agar " Menjadi Ada". Jawabannya adalah Berkarya (Aku Berkarya Maka Aku Ada).