Salah satu kebiasaan buruk manusia adalah suka mendunda sesuatu. Menunda pekerjaan, menunda kegiatan-kegiatan. Biasanya seseorang menunda melakukan sesuatu karena ada hal yang lebih penting dari hal tersebut yang hendak dilakukan. Namun ada juga beberapa orang yang menunda karena disibukkan dengan kesenangannya.

Sebuah fenomena menarik yangsering kita temui perihal menunda adalah menunda untuk menjalankan ibadah.

“Besok ajalah ibadahnya” padahal mampu tapi lebih memilih untuk main HP, nongkrong sana sini, dan kalau ada teman yang ngajak jalan langsung ayuk gak pake rem, gak pake alasan. Nonton/ dengar khotbah 1-2 jam sakit pinggang, bosan bahkan ngantuk tapi nonton drama korea, nonton anime, nonton kartun, nonton sinetron sampai berjam-jam tidak pernah bosan.

Memberi persembahan atau beramal 5 sampai 10 ribu masih mikir-mikir dan merasa berkekurangan untuk memberi. Tapi beli kosmetik,Beli rokok 2 bungkus perhari, beli baju mahal, tas mahal, pulsa data, dan sejenisnya tidak pernah mikir-mikir.

Coba kita renungkan, berapa jam waktu yang kita luangkan untuk beribadah atau sekedar berdoa kepada Tuhan dalam satu harinya? 10 menit? 30 menit? 1 jam? 3 jam? Atau malah tidak pernah sama sekali?

Berapa jam waktu yang kita gunakan untuk bekerja? Jalan-jalan? Atau bahkan hanya sekedar bermalas-malasan ketika ada waktu luang? Ya, terkadang kita manusia hanya berfikir untuk menyenangkan diri sendiri dan tidak pernah memikirkan bagaimana untuk menyenangkan hati Allah melalui ibadah.

Padahal segala yang ada pada diri kita mulai dari pekerjaan, harta, nafas, waktu, semua adalah pemberian Tuhan. Tapi mengapa kita manusia tidak pernah bersyukur dan berterima kasih kepada-Nya? Tidak pernah meluangkan waktu untuk bersyukur kepada-Nya dalam satu haripun.

Kelak ketika kita mengakhiri kehidupan kita di dunia, kita akan mempertanggung jawabkan semua perbuatan kita  di hadapan Tuhan. Bukan harta, bukan kesenangan duniawi yang dapat menolong kita ketika sudah berada di pintu peradilan Tuhan tetapi ibadah kita.

Kita tidak pernah tahu kapan Tuhan memanggil kita. Bisa saja detik ini, bisa saja besok, lusa, tahun depan. Bisa saja kita sementara bekerja, sementara bermalas-malasan, sementara melakukan kejahatan, sementara melakukan ibadah kemudian Tuhan memanggil Kita. Pertanyaannya adalah apakah kita sudah siap?

Ada sebuah quotes yang bebunyi “Semua orang bebas memilih dosanya masing-masing” namun semua orang juga berkewajiban untuk saling mengingatkan.

Oleh: Tofan Ada’ Sura’

Categories: ArtikelKristen

Tofan

Prinsip Hidup: Cogito Ergo Sum (Aku Berfikir Maka Aku Ada), Namun berfikir saja tidak cukup, Apa yang harus saya lakukan agar " Menjadi Ada". Jawabannya adalah Berkarya (Aku Berkarya Maka Aku Ada).