Umumnya ucapan yang keluar dari mulut kita adalah sesuai dengan keadaan yang kita hadapi. Jika keadaan kita menguntungkan, misalnya bisnis kita lancar, kita dalam keadaan tidak kekurangan bahkan berkelimpahan, tubuh kita sehat, pacar kita dengan setia selalu menemani kita, maka biasanya kia akan berkata : “puji Tuhan, Tuhan Yesus sangat baik, saya bersyukur untuk semua berkat Tuhan dalam hidup saya”

Tetapi bila keadaan kita justru sebaliknya,
misalnya bisnis kita rugi, pacar kita selingkuh, kita sedang ditimpa penyakit, teman-teman kita tidak peduli, tidak mau menolong kita, maka sering kali yang kita ucapkan adalah keluhan-keluhan tentang keadaan yg kita alami tersebut.

Mungkin saja kita akan berkata; wahh… malang sekali nasibku. Bagaimana kira-kira masa depanku. Hatiku sangat susah karena belum dapat melunasi hutang-hutangku. Semua orang meninggalkan aku, Jangan-jangan aku tidak akan pernah sembuh lagi, Apakah Tuhan masih memperdulikan aku lagi. Aku sungguh orang yang malang dan lain sebagainya.

Semua keluhan-keluhan tersebut tidak akan menolong kita, bahkan hanya akan membuat kita lebih tertekan. Dan keadaan kita tidak berubah, bahkan dapat bertambah buruk karena kita tidak mampu lagi berbuat apa-apa kecuali mengeluh dan tertekan.

Padahal Tuhan menghendaki agar kita semua dapat keluar dari keadaan kita yang buruk dan memiliki kehidupan yang berkelimpahan. Yoh 10;10, Aku datang supaya mereka mempunyai hidup dan mempunyainya dalam segala kelimpahan.

Tetapi untuk menerima perubahan dari semua keadaan yang tidak menguntungkan tersebut, kita harus percaya kepada Tuhan dan FirmanNya, dan tanda kita percaya, kita harus mengucapkan Firman Tuhan tersebut bukan berkeluh kesah.

Yosua 1:8, Janganlah engkau lupa memperkatakan kitab taurat ini, tetapi renungkanlah itu siang dan malam, supaya engkau bertindak hati-hati sesuai dengan segala yang tertulis di dalamnya, sebab dengan demikian perjalananmu akan berhasil dan engkau akan beruntung.

Jadi kita harus selalu mengucapkan perkataan tentang keadaan kita, yang sesuai dengan Firman Tuhan dan bukan sesuai dengan yang dirasakan oleh tubuh kita. Jika sakit kita berkata; “Oleh bilur-bilur Yesus aku sudah sembuh (1Petrus 2:24)

Jika terlilit hutang kita berkata; “Allah ku akan memenuhi segala keperluanku menurut kekayaan dan kemuliaanNya dalam Kristus Yesus” (Fil 4:19). Jika semua orang meninggalkan kita kita berkata; “karena Allah berfirman; Aku sekali-sekali tidak akan membiarkan engkau dan Aku sekali-sekali tidak akan meninggalkan engkau. (Ibrani 13;5b)

Biarlah kita selalu mengucapkan Firman Tuhan setiap hari, bagaimanapun keadaan kita. ini menunjukkan bahwa kita percaya kepada Tuhan dan itu akan mengubahkan keadaan kita.

Amsal 18:21; Hidup dan mati dikuasai lidah, siapa suka menggemakannya akan memakan buahnya.
Ini berarti kita akan menerima sesuai dengan apa yg kita ucapkan.

Biarlah apa yg kita ucapkan selalu membawa kehidupan dan berkat pada kita, sehingga ucapan kita mengubahkan kehidupan kita. Dengan demikian kita akan keluar dari segala persoalan-persoalan dan kita hidup berkelimpahan dalam segala aspek.

Mari kita senantiasa mengucapkan perkataan yang menang. Ucapkanlah selalu Firman Tuhan untuk setiap keadaan kita. Biarlah Tuhan menolong kita oleh karena ucapan kita yang selalu sesuai dengan Firman Tuhan.

Yesaya 55:11, Demikianlah FirmanKu yang keluar dari mulutKu: ia tidak akan kembali kepadaKu dengan sia-sia, tetapi ia melaksanakan apa yang Ku kehendaki dan akan berhasil dalam apa yang Kusuruhkan kepadanya.

Mari dengan iman bersama-sama dengan saya kita ucapkan: “puji Tuhan” dalam segala situasi dan kondisi hidup yang kita alami.

-ChelL- (Sahabat Doa)

Categories: ArtikelKristen

Tofan

Prinsip Hidup: Cogito Ergo Sum (Aku Berfikir Maka Aku Ada), Namun berfikir saja tidak cukup, Apa yang harus saya lakukan agar " Menjadi Ada". Jawabannya adalah Berkarya (Aku Berkarya Maka Aku Ada).