Saat senang aku cari pasanganku.
Saat sedih aku cari ibu.
Saat sukses aku ceritakan pada pasanganku.
Saat gagal aku ceritakan pada ibu.
Saat bahagia aku peluk erat pasanganku.
Saat sedih aku peluk erat ibuku.
Saat liburan aku bawa pasanganku.
Saat aku sibuk, anak dianter ke rumah ibu.

Selalu aku ingat pasanganku.
Selalu ibu yang ingat aku.
Setiap saat aku akan telpon pasanganku.
Kalau ingat saja aku akan telpon ibu.
Selalu aku belikan hadiah untuk pasanganku.
Entah kapan aku akan belikan hadiah untuk ibu.

Renungkanlah ..
“Kalau kau sudah gajian saat berkerja sudahkah kau kirim uang untuk ibu? Ibu tidak minta banyak lima puluh sebulan pun “cukuplah”. Berderai air mata jika kita mendengarnya.

Tapi kalau ibu sudah tiada,
Ibu aku rindu.
Aku rinduuu.
Sangat rindu.

Berapa banyak yang sanggup menyuapkan ibunya dikala beliau sakit? Berapa banyak yang sanggup melap/bersihkan muntah ibunya? Berapa banyak yang sanggup membersihkan najis ibunya? Berapa banyak yang sanggup membuang nanah dan membersihkan luka ibunya? Berapa banyak yang sanggup cuti kerja untuk menjaga ibunya yang sedang sakit?

Jangan ditunda untuk membahagiakan orangtua, selagi masih bisa dan selagi mereka masih ada, bahagiakanlah mereka, sebelum hanya bisa mengirim do’a.

Bagi yang ibunya masih ada mudah-mudahan dipanjangkan umurnya dan di limpahkan rejeki yang tak terhingga.

Dan bagi yang ibunya udah meninggal semoga di lapangkan kuburnya dan di tempatkan di syurganya Allah yang terindah.

Categories: Artikel

Tofan

Prinsip Hidup: Cogito Ergo Sum (Aku Berfikir Maka Aku Ada), Namun berfikir saja tidak cukup, Apa yang harus saya lakukan agar " Menjadi Ada". Jawabannya adalah Berkarya (Aku Berkarya Maka Aku Ada).