Setiap manusia memiliki hasrat mencintai dan dicintai dengan sepenuh hati. Bukan hanya sebatas itu saja, kita juga berharap pasangan yang kita cintai bisa tetap setia mendampingi dalam segala situasi.

Namun terkadang, apa yang diharapkan tidak sesuai dengan kenyataannya. Ada beberapa hal yang kemudian melunturkan kesetiaan itu yang berujung pada pilihan meninggalkan.

Bagaimana mengukur kesetiaan itu? Salah satu indikator untuk mengukur kesetiaan seseorang terhadap pasangannya adalah ketika pasangannya tidak memiliki apa-apa juga sebaliknya ketika pasangannya memiliki segalanya.

Untuk itulah mungkin biasa kita dengan istilah:

“Kesetiaan wanita diuji saat lelaki tidak punya apa-apa.Tapi kesetiaan lelaki diuji saat dia memiliki segalanya.”

Bila kamu mempunyai segalanya dan ia mencintaimu, itu kenyataan. Namun bila kau tidak mempunyai segalanya dan ia masih mencintaimu, itulah ketulusan. Ketulusan sungguh mahal harganya.

Sesungguhnya kamu tak perlu memiliki segalanya untuk bahagia, karena yang kamu butuhkan hanyalah seseorang yang mampu membuatmu tersenyum ketika hatimu berduka.

Seseorang yang mampu menerimamu juga setia dan tulus mencintai dalam segala kondisi yang kamu alami.

Semoga kita dikaruniakan pasangan yang tulus mencintai kita dan mampu saling membahagiakan dalam segala situasi…amiin

Categories: Artikel

Tofan

Prinsip Hidup: Cogito Ergo Sum (Aku Berfikir Maka Aku Ada), Namun berfikir saja tidak cukup, Apa yang harus saya lakukan agar " Menjadi Ada". Jawabannya adalah Berkarya (Aku Berkarya Maka Aku Ada).