Kamu harus tahu, LDR itu sangat sensitif sekali, mudah salah paham, mudah tersinggung, mudah curiga, mudah beralasan. Pokoknya serba rumit, serba posesif dan egois. Kecuali kamu sadar dan tidak mau menang sendiri terus.

Tetapi kalau kamu egois pastilah LDR menjadi tidak nyaman juga serba menguras pikiran dan tenaga. Pasti perasaanmu seperti dipermainkan oleh si dia. Padahal dia tidak berbuat apapun juga tidak sengaja mengabaikanmu. Tetapi karena egomu yang menggebu-gebu, kamu menjadi terlalu bosan dan jenuh.

LDR itu harus disikapi dengan saling menjaga komunikasi dengan baik, saling mengabari, saling peduli dan saling berbagi kalau ada apa-apa. Janganlah saling mengabaikan atau banyak beralasan. Kamu harus tahu, kegagalan sebuah hubungan selalu muncul dari orang yang banyak alasan.

Jangan cuek atau menghilang tiba-tiba, atau suka datang dan pergi sekendakmu. Jangan sampai mengabaikan karena itu memunculkan duga-duga yang tidak nyaman. Yah salah siapa? Ya, yang tidak berkabar. Yang keliru siapa? Ya, yang suka menghilang. Sudah tahu LDR butuh saling pengertian dan saling peduli, masih saja tidak ada kepedulian.

LDR itu sangat sensitif, sangat mudah ngambek-ngambekan dan saling diam-diaman. Padahal biasanya persoalannya sangat sederhana seperti lambat balas chat, lupa saling mengabari, atau tidak bilang apa-apa meskipun ada masalah. Jadi saling berbagi adalah solusinya agar bisa tetap saling menjaga rasa satu sama lain.

A’yat Khalili

Tinggalkan Komentar
Categories: Artikel

Tofan

Prinsip Hidup: Cogito Ergo Sum (Aku Berfikir Maka Aku Ada), Namun berfikir saja tidak cukup, Apa yang harus saya lakukan agar " Menjadi Ada". Jawabannya adalah Berkarya (Aku Berkarya Maka Aku Ada).