Lupakan masa lalu yang membuat kita tidak maksimal

Tak sedikit orang yang secara fisik hidup pada masa sekarang, tetapi ‎hati dan pikirannya masih berada pada masa lalu.

Banyak orang masih terbelenggu dengan apa yang di alami di masa lalu, karena‎ itu mereka tak bisa mengungkapkan potensi mereka secara maksimal.

Sungguh betapa tidak nyamannya hidup dalam “penjara masa lalu”,‎ Sangat Menyesakkan.

Kadang masa lalu itu memang terlalu menyakitkan atau kadang terlalu menyenangkan, sehingga‎ membuat kita sulit untuk melupakannya, ‎membuat kita tergoda untuk melihat lagi ke belakang, padahal‎ seharusnya kita terus melangkah dan menatap ke depan.

Betapa pun masa lalu yang telah kita alami, manis atau pahit, semuanya‎ sudah berlalu dan hidup kita tidak pernah surut ke belakang,‎
Masa lalu baik untuk kita jadikan cermin, tapi akan tidak baik kalau terus-menerus kita “pegang”.

Seorang bijak berkata, “kemarin adalah kenangan, esok adalah misteri, hari ini adalah kenyataan”.

Jangan sia-siakan Masa Kini hanya untuk sebuah masa lalu yang sudah mati.

Learn from thw past, live in the present, belive in the future.

Suka duka kehidupan ini bervariasi seturut suasana hati dan peristiwa yang terjadi setiap harinya, namun ‎yang tak pernah berubah adalah kesetiaan Tuhan untuk memenuhi janjiNya atas kita dan cintaNya yang tak pernah berhenti serta membebaskan.

Seberat apapun belenggu kehidupan yang kita rasakan dan alami,‎ Dia tak akan membiarkan semua itu terjadi melebihi kemampuan kita, tetapi ‎Dia merancangnya demi keselamatan kita.

“Tuhan tidak lalai menepati janji-Nya…” (2 Petrus 3:9a)

Kesusahan masa lalu tak akan menggoyahkan kita, sebab pemeliharaan Tuhan selalu memberi pengharapan,‎ tetap semangat dan percaya akan kuasaNya.

“Kasih setia-Mu, ya Tuhan, kiranya menyertai kami, seperti kami berharap kepada-Mu.” (Mazmur 33:22)

Categories: ArtikelKristen

Tofan

Prinsip Hidup: Cogito Ergo Sum (Aku Berfikir Maka Aku Ada), Namun berfikir saja tidak cukup, Apa yang harus saya lakukan agar " Menjadi Ada". Jawabannya adalah Berkarya (Aku Berkarya Maka Aku Ada).