19 tahun adalah usia dimana masa remaja akan berakhir. Memasuki umur 20 tahun, kita akan mulai khawatir dan bahkan terkadang cemas dengan masa depan. Wajar, sudah siklusnya.

Tanpa disadari seringkali kita membandingkan hidup kita dengan kehidupan orang lain, melihat beberapa teman yang sudah menjadi mahasiswa di salah satu universitas, ada juga yang mempunyai pekerjaan bagus, sedangkan kita masih merasa diam di tempat, tidak bergerak, padahal angan-angan kita sudah lebih dahulu bergerak kemana-mana.

Pertanyaan seperti “Aku kapan yah bisa seperti mereka?” atau “kok enak yah hidup mereka?”, satu per satu hinggap di kepala yang tanpa kita sadari kita hanya melihat enaknya saja tanpa tahu mereka berjuang seperti apa di belakang.

Rasa takut keluar dari zona nyaman, rasa minder, bahkan meremehkan diri sendiri sudah membabi buta, dan tanpa disadari perasaan-perasaan itulah yang sebenarnya membuat kita benar-benar tidak bisa diam di tempat.

Padahal kalau kita selangkah saja mau bergerak, mengalahkan rasa malas, mewujudkan angan yang sudah berlarian kemana-mana, perasaan buruk yang telah membabi buta pelan-pelan akan menghilang dengan sendirinya.

Janganlah membandingkan proses kita dengan proses orang lain. Jelas sangat berbeda jika kita masih memilih enak-enakan rebahan sedangkan di luar sana banyak teman seumuran yang sedang tertatih berjuang mewujudkan keinginannya.

Wajar saja nantinya kita akan iri melihat yang lain sudah melangkah jauh, semoga rasa iri itu bisa memacu semangat kita, memotivasi kita, bukan hal negatif lainnya seperti: jadi ngak suka dengan mereka, nggak dukung, atau bahkan punya pikiran ingin seperti mereka namun dengan cara yang instan. No, no, no, semua tidak ada yang instan.

Setiap orang ada masanya dan setiap masa ada orangnya. Walau jalanmu lambat, tidak masalah! Asal jangan pernah berhenti bergerak. Bukankah kita sudah paham kalau semua akan indah pada waktunya.

Source: Maesyuroh

Categories: Artikel

Tofan

Prinsip Hidup: Cogito Ergo Sum (Aku Berfikir Maka Aku Ada), Namun berfikir saja tidak cukup, Apa yang harus saya lakukan agar " Menjadi Ada". Jawabannya adalah Berkarya (Aku Berkarya Maka Aku Ada).