Menikahlah dengan seorang pria yang bisa berbicara baik padamu meskipun dia sedang marah padamu. Yang terbaik dari pasangan ialah ketika dia sedang marah namun dia tidak mencoba menghinamu, merendahkanmu, mengkasarimu, juga memukulmu karena dia sangat menghormatimu dan tidak ingin kehilangann dirimu dalam argumen sederhana.

Cara paling mudah untuk memprediksi adanya perpisahan bukan dengan melihat kalian bertengkar, karena selisih argumen pasti akan ada, tapi cara kalian bertengkar itu bagaimana.

Ingatlah! Kalau marah tidak harus ngatain atau kasar, namun bisa tetap tenang dan produktif. Fokus ke solusi dari masalah tersebut.

Dan kalau memang terlalu emosi, ambil waktu untuk menenangkan diri tapi komunikasikan terlebih dahulu pada pasangan. Bukan langsung ngilang tanpa kabar selama beberapa waktu. Komunikasikan apa yang dirasakan dengan terbuka, dilanjutkan dengan apa yang kamu butuhkan dari dia.

Misalnya dengan berkata “aku merasa ngak diperhatikan dan ngak dianggap ketika kamu main game seharian dan juga tidak pernah membalas whatsappku sama sekali padahal kamu bisa update foto gamemu di story WA”

Itulah sebabnya penting untuk mengkomunikasikan masalahmu dengan pasangan. Jika kamu punya masalah mari selesaikan bersama-sama tanpa harus mengabaikan satu sama lain. Kamu bukan lagi anak kecil! itulah gunanya sebuah hubungan.

Oleh karena itu sebelum menikah dengan seseorang, tunggu. Tunggulah sampai kamu melihat dia ketika dia sedang marah. Apakah dia kasar? Apakah dia diam? Bagaimana dia bersikap ketika sedang marah? Karena nanti anak-anakmu tidak bisa memilih siapa yang akan menjadi orang tua mereka, tetapi kamu bisa. Lakukanlah untuk mereka (anak-anakmu) kelak.

Categories: Artikel

Tofan

Prinsip Hidup: Cogito Ergo Sum (Aku Berfikir Maka Aku Ada), Namun berfikir saja tidak cukup, Apa yang harus saya lakukan agar " Menjadi Ada". Jawabannya adalah Berkarya (Aku Berkarya Maka Aku Ada).