Berada di zona nyaman memang enak, tetapi tak selamanya kamu harus berada pada situasi tersebut. Ada kalanya kamu harus memberanikan diri untuk keluar dari kenyamananmu demi masa depanmu yang lebih baik.

Merubah pola pikir, sebenarnya ada banyak kebiasaan yang sudah terdoktrin di kepala kita sejak dari kecil sampai sekarang yang agak sedikit keliru (tidak salah yah) mengenai wejangan-wejangan kehidupan. Wejangan tersebut membentuk pola pikir kita mengenai bagaimana kita nantinya.

Berikut ini beberapa hal yang sudah tertanam dalam diri kita sejak dahulu yang wajib kita ubah demi masa depan yang lebih baik.

Menikah Sebelum Umur 30? Menikahlah Ketika Kamu Sudah Siap.

Sudah menjadi tradisi bahwa seseorang harus menikah dibawah usia 30 tahunan, takut nanti tidak laku atau menjadi perawan tua.

Seharusnya menikahlah ketika kamu sudah siap, siap dari segi psikis, finansial, serta siap menerima segala kemungkinan yang akan terjadi dalam pernikahan tersebut. Jangan sampai karena belum siap, kamu akhirnya tersiksa dan tak tahu harus berbuat apa.

Pensiun di Usia 60 Tahun? Pensiunlah Ketika Hidup Sudah Maksimal

Tidak ada batasan usia untuk mau berkarya dan berguna bagi orang lain. Menjadi sebuah kebiasaan bahwa seseorang harus pensiun di usia 60 tahun, padahal dia masih ingin berkarya dan berguna bagi sesama. Oleh karena itu, jika masih ingin berkarya, berkaryalah! jangan sampai dibatasi oleh usia sampai hidupmu sudah maksimal.

Menjadi Orang Sukses? Jadilah Orang Bernilai

Jangan hanya mengejar kesuksesan dalam hidup, tapi jadilah bernilai dan berguna bagi orang lain. Kebanyakan orang hanya mengejar kesuksesan demi pribadi mereka tanpa berfikir bagaimana ia bisa berdampak dan bernilai bagi orang lain. Jadilah orang bernilai.

Jatuh Cinta dengan Paras Wajah? Jatuh Cintalah dengan Karakternya

Jangan jatuh cinta pada seseorang karena paras wajahnya yang menawan karena suatu saat itu akan memudar dimakan usia. Ketika dia tidak muda lagi, lantas cintamu juga akan memudar? Jatuh cintalah pada seseorang karena karakternya yang baik, niscaya engkau akan mencintainya sepenuh hati bahkan ketika dia tidak menawan seperti dulu lagi.

Buat Orang Tua Bangga Atas Keinginan Mereka? Buat Orang Tua Bangga Atas Kebahagiaanmu

Banyak anak berfikir bahwa membahagiakan kedua orang tua haruslah sesuai dengan keinginan orang tua mereka sehingga membuat kamu tidak nyaman dengan kehidupanmu.

Bahagiakanlah orang tuamu dengan kebahagiaanmu. Orang tua gak bakalan banyak menuntut kok, melihat anaknya bahagia dengan pilihan hidupnya itu sudah cukup membuat orang tua bahagia. Rugi juga kan hidup sesuai dengan keinginan orang tua tapi akhirnya kamu juga yang tersiksa. (Yang positif yah)

Cari Teman Banyak? Carilah Teman yang Berkualitas

Banyak teman memang bagus, tapi lebih bagus lagi jika mereka berkualitas? Berkualitas? Bagaimana itu? Berapa banyak kamu bermasalah dengan mereka yang kamu anggap teman dan akhirnya menjadi musuhmu? Itu tandanya mereka tidak berkualitas. Bertemanlah dengan mereka yang benar-benar peduli dan menerima keberadaanmu bukan dengan mereka yang hanya memanfaatkanmu demi kepentingan mereka.

Temukan Bahagian Pada Kemewahan? Temukanlah Bahagia Pada Kesederhanaan

Bahagia tak selamanya bisa ditemukan pada kemewahan dan harta, namun juga pada kesederhanaan. Selalu bersyukur dengan apa yang kita miliki membuat kita bahagia sekalipun kita tidak punya apa-apa.

Hidup dalam kemewahan dan gengsi hanyalah akan membuat kita tersiksa, apalagi kalau memang hidup kita sederhana. Bisa mati kita karena gengsi.

Temukan Seseorang yang Bisa Hidup Bersamamu? Temukanlah Orang yang Tidak Bisa Hidup Tanpamu

Seseorang yang bisa hidup bersamamu itu banyak, tapi seseorang yang tidak bisa hidup tanpamu itu sangatlah langka. Seseorang yang tidak bisa hidup tanpamu akan menerimamu apa adanya dan tidak akan meninggalkanmu dalam keadaan apapun.

Sebenarnya masih banyak hal-hal yang perlu diubah perihal pola pikir yang selama ini tertanam di benak kita. Semoga kehidupan kita bisa lebih baik lagi dan kehidupan kita bahagia selalu.

Categories: Artikel

Tofan

Prinsip Hidup: Cogito Ergo Sum (Aku Berfikir Maka Aku Ada), Namun berfikir saja tidak cukup, Apa yang harus saya lakukan agar " Menjadi Ada". Jawabannya adalah Berkarya (Aku Berkarya Maka Aku Ada).