Allah tidak peduli seberapa besar dosa kita, tidak peduli seberapa lalainya kita kepada-Nya. Karena memang dosa adalah tabiat manusia. Namun tetaplah berdo’a dan berharap, agar dosamu diampuni walaupun itu setinggi langit dan seluas bumi.

Sesungguhnya selama engkau berdo’a, bertobat dan berharap hanya kepada Tuhan, niscaya Ia akan mengampuni dosa-dosa yang telah engkau lakukan.

Bertobat adalah menanggalkan semua cara hidup lama yang penuh dalam dosa, tidak akan mengulangi lagi  dan mulai mengenakan cara hidup baru dengan mengenakan karakter Kristus.

Ada beberapa langkah dalam bertobat:

Menyadari akan dosa yang telah dilakukannya.

Sebab ada saja orang yang telah melakukan pelanggaran terhadap perintah Tuhan, namun tidak menyadarinya dan dianggap bukan suatu dosa.

Mengakui dosa dan kesalahan di hadapan Tuhan.

Setelah menyadari bahwa telah melakukan dosa dan kesalahan, akuilah di hadapan Tuhan dan kepada orang di mana kita telah melakukan kesalahan.

Memohon pengampunan atau meminta maaf.

Dengan kerendahan hati memohon pengampunan kepada Tuhan dan meminta maaf kepada orang yang kita telah berbuat kesalahan.

Berubah sikap dan cara hidup serta berjanji tidak akan mengulanginya lagi

Dalam bertobat akan terjadi “perubahan dari yang tidak baik atau kurang baik menjadi baik, lebih baik dan diproses sampai menjadi sempurna.”

Lalu masih pantaskah kita berlalai dan malas ?

Sekarang saatnya, jangan menunda-nunda lagi Allah maha pengampun, segala kesalahan-kesalahan masih bisa terampuni, wahai jiwa yang sedang memperbaiki diri, surga masih menanti.

Categories: ArtikelKristen

Tofan

Prinsip Hidup: Cogito Ergo Sum (Aku Berfikir Maka Aku Ada), Namun berfikir saja tidak cukup, Apa yang harus saya lakukan agar " Menjadi Ada". Jawabannya adalah Berkarya (Aku Berkarya Maka Aku Ada).