Begitu beratnya beban sebagai istri. Anak nangis istri yang dipanggil suruh diem’in. Anak jatuh istri yang disalahin kok bisa jatuh. Anak gak mau makan istri dibilang gak kreatif. Anak kurus istri yang dibilang gak pinter ngurusin. Anak gak berprestasi istri dibilang gak ngajarin. Rumah  berantakan istri yang disalahin dibilang ngapain aja seharian.

Tapi ketika:

Istri sakit dibilang jangan lama-lama
Istri sedih diblng lebay
Istri marah dibilang sensi
Istri curhat diblng cerewet
Istri belanja dibilang pemborosan
Istri diem dibilang gak peduli
Istri ngomel dibilang emosian
Istri sabar gak dihargai

Walau mulut istri cerewet tapi hati istri selembut sutra. Walau terkadang marah tapi istri juga butuh bahu tuk bersandar. Walau terkadang bawel tapi istrilah yang mencairkan suasana.

Untuk para suami diluar sana yang tidak bisa menghargai istri, coba deh tukar posisi. Rasain gimana susahnya jadi istri yang 24 jam ngurusin rumah tanpa henti, belum lagi dengan smua keaktifan anak-anak kalian.

Istri itu walau terlihat lemah secara fisik tapi mereka lebih kuat daripada bodyguard. Jagalah hati istrimu supaya tetap happy, karena kalau istri happy suasana dalam rumahpun juga akan happy.

Categories: Artikel

Tofan

Prinsip Hidup: Cogito Ergo Sum (Aku Berfikir Maka Aku Ada), Namun berfikir saja tidak cukup, Apa yang harus saya lakukan agar " Menjadi Ada". Jawabannya adalah Berkarya (Aku Berkarya Maka Aku Ada).