Wanita itu tak ubahnya seperti kopi, jika kau abaikan maka ia akan dingin, tak terkecuali rasanya!

Wanita itu, ketika ia diam di depan orang yang ia cintai, kata-katanya akan datang berderai berbentuk air mata.

Wanita itu, awalnya dia takut-takut mendekatimu, namun pada akhirnya ia akan menangis ketika kau jauh darinya. Alangkah sedikitnya orang yang memahami wanita.

Wanita itu, tidak meng hendaki sesuatu yang tidak mungkin darimu, namun ia hanya menginginkan kamu bisa menjadi seperti seorang pria yang ia harapkan seperti dirimu (bersikap) terhadap saudarimu.

Wanita itu, separuh kecantikannya terdapat di dalam perilakunya (caranya merespon), rona pipinya yang kemerahan, kedua matanya yang berbinar dan saat kehabisan kata, ia menggerakkan kedua tangannya memeluk penuh rasa malu.

Wanita itu, boleh jadi tipuannya besar atau rasa cintanya menggelegar. Namun dirimulah wahai pria yang menentukan! Jika kau berbuat muslihat kepadanya, maka ia pun akan membalas muslihatmu. Namun jika kau mencintainya, maka ia akan membalas lebih cintamu.

Wanita itu, (lazimnya) mencintai bunga mawar yang merah, bawakan padanya secara tiba-tiba (sebagai surprise), maka ia pun akan ridha di kala murka.

Wanita itu, sebanyak ia mencinta sebanyak itu pula ia cemburu. Karena itulah, setiap wanita yang tertutup akalnya karena terbakar rasa cemburu, sebanyak itu pula ia tertutup akalnya lantaran rasa cinta.

Wanita itu, akan senantiasa mengobati meski demam mendera. Akan selalu menghibur meski ia berduka. Akan tetap terjaga meski ia lelah. bahkan bersedih dengan orang yang tak dikenalnya. Ia pun menangis di hari “pernikahan”-nya. Maka bersikap lembutlah kepada wanita.

Wanita itu, selalu senang diperlakukan dengan manja seperti anak kecil, walau sedewasa apapun dirinya.

Wanita itu, janganlah sekali-kali kau mengetuk pintu hatinya, sedangkan dirimu tidak membahamba Allah Wanita itu, janganlah sekali-kali kau mengetuk pintu hatinya, sedangkan dirimu tidak membawa “semua tas yang berisi perhatian.”

Wanita itu, ketika dirinya dilanda cemburu, maka lukiskan di atas tangannya sebuah kecupan, biarkan dia merasakan bahwa dirinya adalah karunia terbesar dari Allah untuk dirimu.

Wanita itu, meski ia tampak kalem dan lembut, namun ia lebih sering menyebabkan kegaduhan di hati pria.

Wanita itu, meskipun ia keras (kemauannya), namun hatinya tidak pernah kosong dari kelemahlembutan dan kasih sayang.

Wanita itu, adalah makhluk yang sangat lembut lagi sensitif. Ia khawatir dicela dan tak tahan dicemooh. Karena itu perhatikanlah dirinya wahai orang yang mencintainya.

Wanita itu, takkan ada yang mampu menanggung kegilaan dan kecemburuannya, kecuali seorang pria yang mencintainya dengan tulus (apa adanya).

Wanita itu, bukanlah suatu cela apabila pria mau mempelajari hatinya yang akan menjadikan lebih manusiawi dan berempati.

Wanita itu, takut dikhianati dan khawatir kehilangan dan ditinggalkan. Dia adalah makhluk yang tidak mudah melupakan seseorang yang ia cintai meski telah tiada. Dia akan terus mengawasi dari kejauhan.

Wanita itu, mampu mendidik anak tanpa ayah, namun tidak mudah bagi seorang pria membesarkan anaknya tanpa ibu.

Wanita itu, di sinilah letak keindahannya.

Selama kau masih seorang pria, maka miliki wanita.

Selama kau masih seorang yang jantan, maka miliki perempuan.

Selama kau masih seorang raja, carilah seorang ratu.

Jikalau kau seorang yang kasmaran, pastilah ada wanita yang memikatmu.

Janganlah kau menjadi orang “yang tak punya apa-apa” namun menginginkan wanita yang memiliki “segalanya”.

Ketika ditiupkan ruh ke dalam dirimu, kau pun berada di dalam rahim seorang wanita.

Ketika kau menangis,kau pun berada di dalam pelukan seorang wanita.

Ketika kau merasakan luapan cinta, kau pun berada di dalam hati seorang wanita.

Lembutlah kepadanya. karena wanita itu adalah amanat. Dia tidaklah diciptakan untuk direndahkan.

Salam bagimu wahai setiap wanita. Baik yang telah menikah atau masih perawan, yang telah bercerai ataupun menjanda (yang ditinggal wafat sang suami.

Source: dutaislam.com

Categories: Artikel

Tofan

Prinsip Hidup: Cogito Ergo Sum (Aku Berfikir Maka Aku Ada), Namun berfikir saja tidak cukup, Apa yang harus saya lakukan agar " Menjadi Ada". Jawabannya adalah Berkarya (Aku Berkarya Maka Aku Ada).