Fenomena Sosial Wisata Toraja Airport

Berbicara soal pariwisata, daerah Toraja sudah dikenal diseluruh dunia, baik dari wisata alam budaya bahkan wisata religi. Pariwisata di Toraja mulai dikenal oleh mancanegara pada era tahun 1970-an, para pelancong Eropa dan Amerika berbondong-bondong datang di Toraja semata-mata untuk menikmati alam dan budaya Toraja. Puncak kejayaan pariwisata Toraja saat memasuki era 1980-an, saat itu Departemen Pariwisata, Pos dan Telekomunikasi (Deparpostel) mengumumkan daerah Toraja menjadi salah satu destinasi wisata setelah Provinsi Bali. Departemen Pariwisata melihat destinasi wisata Toraja yang begitu memikat para pelancong terkesima oleh karena pariwisata di Toraja yang begitu mempesona. Sebut saja objek Wisata Ke’te’ Kesu’, Gua Londa, Pekuburan Lemo, Permandian Alam Makula’ dan beberapa objek wisata bahkan kegiatan Rambu Tuka’ dan Rambu Solo’ yang memukau pesona Toraja.

Memasuki era millenium, pariwisata di Indonesia khususnya di Toraja kehilangan taji, oleh karena berbagai kejadian yang terjadi di Indonesia. Contoh kongkritnya adalah Kasus Bom Bali I yang terjadi pada tahun 2002, peristiwa bencana Gempa Bumi dan Tsunami di Aceh pada tahun 2004, kasus Bom Bali ll yang terjadi pada tahun 2006 dan beberapa kejadian yang menerpa Indonesia sehingga para pelancong enggan mengadakan kunjungan di Indonesia karena alasan keamanan dan kenyamanan selama kunjungan wisata di Indonesia. Waktu demi waktu, pariwisata Indonesia mulai bangkit setelah Departemen Kebudayaan dan Pariwisata melaunching visit Indonesia yang diluncurkan sekitar tahun 2007 yang lalu. visit indonesia merupakan langkah strategis yang dilakukan pemerintah pusat demi penyelamatan pariwisata di Indonesia, dan provinsi se-Indonesia juga meluncurkan visit provinsi masing-masing begitupun dengan kabupaten-kabupaten termasuk di Toraja sendiri meluncurkan Visit Toraja di tahun 2009. Langkah tersebut diambil oleh pemerintah setempat demi menyelamatkan dan membangkitkan kembali pariwisata di Toraja.

Kejayaan pariwisata Toraja kembali menunjukkan tajinya, pada tahun 2013 yang lalu melalui pengembangan Agrowisata di Pango-pango serta pembangunan patung Yesus Kristus di Burake membuka harapan baru terhadap pengembangan pariwisata di Toraja. Dan sampai sekarang pariwisata Toraja terus menunjukkan grafik yang sangat membanggakan karena lonjakan kunjungan wisata yang sangat menggairahkan. Para wisatawan lokal, interlokal sampai pada wisatawan mancanegara kembali melirik Toraja sebagai destinasi wisata yang sangat baik. Itu semua adalah kerja keras dari Pemerintah Daerah dengan terus bersinergi dengan masyarakat setempat.

Akhir-akhir ini, pariwisata Toraja booming dengan hadirnya Toraja Airport, pembangunan bandara ini diharapkan mendongkrak pariwisata Toraja yang terus menunjukkan keeksistensiannya di Indonesia. Lokasi di Toraja Airport begitu memanjakan mata karena view yang sangat bagus. Lokasi ini dipercantik dengan hamparan hutan pinus di Bukit Mapongka, sehingga publik Toraja penasaran terhadap lokasi di sekitaran Toraja Airport. Para masyarakat terutama kaum millenial Toraja setiap hari berkunjung di lokasi yang fenomenal ini. Beragam maksud dan tujuan masyarakat Toraja datang di lokasi Toraja Airport, membuat lokasi ini viral di Media Sosial para netizen Toraja. Sehingga melalui keingin-tahuan masyarakat Toraja terhadap lokasi itu sangat tinggi sehingga menjadi buah bibir di kalangan masyarakat Toraja karena viewnya memanjakan mata para masyakarat Toraja. Semoga dengan selesainya pembangunan Toraja Airport membuat lokasi ini menjadi salah satu alternatif destinasi wisata Toraja. Jayalah wisata Toraja

Penulis: Ben Azel Salu (Mahasiswa Pascasarjana lAKN Toraja)