Saya adalah tipikal orang tua yang tega dan mungkin cara saya tidak bisa diterima dan cocok dengan gaya/pola asuh orang tua lainnya. Karena saya tidak mau anak saya jadi ANAK GAMPANG.

Gampang nyerah
Gampang mundur
Dan gampang-gampang lainnya.

Tega anak nangis gak dikasih yang dia mau, terserah mau sejam juga mau guling-gulingan di mall juga tidak akan diturutin.

Tega untuk tetap gak beliin mainan, biar kata bolak balik masuk toys city/ELC, apabila dari rumah udah ngomong “kita gak ada beli mainan ya hari ini”

Tega gak jadi pergi kalau dia gak beresin mainan. Atau gak bolehin dia masuk kamar sebelum dia beresin dan taruh di tempatnya.

Tega membiarkan dia laper kalo dia gak mau makan sendiri.

Tega untuk bilang “mama cuma ada ini. Kalau kamu mau, ya makan, kalau gak mau, ya gak apa-apa. Mama gak akan beliin yang kamu minta sekarang. ” semisal kalo dia memilih makan tapi gak suka sama menu dan lauknya.

Tega suruh dia tanggung jawab kalo dia bilang minta makan tapi pas di kasih gak mau. Saya tungguin sampai dia habisin atau minimal 3-5 suap.

Tega suruh dia habis makan untuk buang sampah, taro piring sendiri ke dapur.

Dan masih banyak ketegaan-ketegaan lainnya yang sebenarnya dalam hati juga ingin membantu atau kasihan tapi kuncinya adalah konsisten.

Halaman Selanjutnya ⬇️

Categories: Artikel

Tofan

Prinsip Hidup: Cogito Ergo Sum (Aku Berfikir Maka Aku Ada), Namun berfikir saja tidak cukup, Apa yang harus saya lakukan agar " Menjadi Ada". Jawabannya adalah Berkarya (Aku Berkarya Maka Aku Ada).