“Janji Tuhan adalah janji yang murni, bagaikan perak yang teruji, tujuh kali dimurnikan dalam dapur peleburan di tanah. Engkau, Tuhan yang akan menepatinya, Engkau akan menjaga kami senantiasa terhadap angkatan ini.” (Mazmur 12:6-7)‎

Terkadang Kasih bersembunyi di balik teguran,
untuk dapat menemukannya di perlukan hati yang mau di ajar;‎ Terkadang kebaika  bersembunyi di balik tongkat didikan, untuk dapat melihatnya di perlukan tindakan ketaatan.

Seringkali keberhasilan bersembunyi di balik kegagalan, untuk mendapatkannya di perlukan ketekunan dan sikap pantang menyerah;‎ Seringkali mujizat bersembunyi di balik kemustahilan, untuk dapat mengalaminya di perlukan iman dan pengharapan yang tak mudah padam.

Kita perlu menyadari bahwa ‎kesempatan-kesempatan besar sering menyamar di dalam tugas-tugas kecil; karaktee yang kuat sering menyamar di dalam proses yang menyakitkan.

Sebab dibalik kekurangan ‎tersimpan segala kelimpahan-Nya;‎ Dibalik penderitaan tersimpan kemuliaan-Nya; Dibalik air mata tersimpan anugerahNya;‎ Dibalik rasa sakit ‎tersimpan pemulihan-Nya; Dibalik pelanggaran ‎tersimpan pengampunan-Nya.

Sekalipun sang fajar tertutup awan gelap, ‎ia tidak pernah terlambat bersinar,‎ begitu pula dengan janji Tuhan tidak datang terlalu cepat atau terlalu lama, tetapi‎ tepat pada waktu-Nya.

Seperti sungai yang terus mengalir, ‎begitu pula kasih sayang Tuhan tidak dapat di hentikan dan di pisahkan oleh apapun,  ‎sekalipun itu kesalahan dan pelanggaran anak-anak-Nya.

Ketika kita mulai merasa lelah dan ingin berhenti, ‎taruhlah janji Tuhan di dalam hati kita,‎ Ingatkanlah jiwa kita bahwa di balik setiap hal yang terjadi, ‎menyenangkan atau membawa kepedihan, ‎tak satu hal pun yang sia-sia dan tak berarti di dalam-Nya, karena di dalam semuanya tersembunyi rencana-Nya, yang mendatangkan kebaikan bagi setiap orang-orang yang mengasihi Dia.

“Adapun Allah, jalan-Nya sempurna; janji Tuhan adalah murni; Dia menjadi perisai bagi semua orang yang berlindung pada-Nya.” (Mazmur 18:30).

Categories: Kristen

Tofan

Prinsip Hidup: Cogito Ergo Sum (Aku Berfikir Maka Aku Ada), Namun berfikir saja tidak cukup, Apa yang harus saya lakukan agar " Menjadi Ada". Jawabannya adalah Berkarya (Aku Berkarya Maka Aku Ada).