Komunikasi adalah proses penyampaian/ penukaran pesan dari satu pihak ke pihak lainnya. Secara etimologi, komunikasi dibedakan menjadi dua bagian, pertama komunikasi secara verbal (kata-kata) dan kedua komunikasi secara non verbal (gerakan, ekspresi, gestur tubuh). Komunikasi berasal dari Bahasa Latin “communis”, “communikatio”, “communicare” yang dapat diartikan sama. Jika didefenisikan secara sederhana komunikasi merupakan kesamaan dalam penyampaian pesan dan orang yang menerima pesan. Komponen komunikasi menurut teori Laswell dibagi; lima komponen yaitu: penerima (receiver), pengirim (sender), saluran (channel), umpan balik (feedback) dan aturan-aturan yang mengikat dalam proses komunikasi. Kelima komponen ini wajib ada ketika sebuah proses komunikasi. Adanya umpan balik (feedback) membuat sebuah proses komunikasi itu berjalan secara baik dan efektif.

Media lama (inggris: old media) merupakan sebuah media yang bersifat lama dan terdahulu, media lama ini ada sejak Indonesia merdeka bahkan sampai sekarang, misalnya: radio, televisi, koran, majalah dan lain sebagainya. Media lama dalam fungsi komunikasi adalah media yang digunakan dalam mengkomunikasikan hal-hal yang bersifat informasi publik, agar membuat khalayak menjadi mengerti dan memahami makna komunikasi yang dikandung dalam media lama itu. Insan media lama itu disebut pengirim (sender) atau komunikator sedang khalayak disebut sebagai penerima (receiver) atau komunikan. Simbiosis mutualisme yang terjadi dalam sebuah proses komunikasi membuat komunikasi ini efektif melalui umpan balik yang dihasilkan oleh proses komunikasi. Contoh kongkrit dalam kehidupan sekarang ini adalah proses kerja dalam sebuah media baik media cetak maupun elektronik. Melalui berita yang dimuat, konten siaran yang ditayangkan dan diperdengarkan, membuat prOses komunikasi itu berjalan dengan efektif meskipun secara verbalisasi tetapi tidak bertatap muka dengan khalayak.

Old media atau media lama sangat tergantung pada konsistensi muatan berita dan konten siaran yang ditayangkan dan diperdengarkan. Misalnya sebuah konten media cetak yang menuat berita tentang hukum dan kriminal, politik, berita daerah dan lain sebagainya. Juga konten media elektronik yang menayangkan mengenai kehidupan para selebriti, talkshow, kuliner dan lain sebagainya. Konten-konten tersebut telah mengisi hari-hari khalayak sehingga membentuk komunikasi yang membentuk pola komunikasi antara insan media sebagai komunikator dan khalayak sebagai komunikan. Pembentukan pola komunikasi sangat membentuk keeksistensian old media (media lama) dalam meyakinkan khalayak untuk tetap konsisten pada konten yang dikonsumsinya setiap hari.

Keeksistensian old media sangat diuji sekarang ini, karena berbagai platform media yang semakin hari semakin menawarkan konten yang berbasis teknologi. Di era milenial saat ini, old media seakan tersisih dari kehidupan sosial khalayak karena teknologi yang dihasilkan oleh old media itu tidak sebanding dengan perkembangan teknologi. Para insan media terus dituntut untuk mengembangkan dan melakukan kreativitas serta inovasi yang masif agar old media yang dikelola para insan media tidak ketinggalan secara teknologi serta tetap mengedepankan pola komunikasi yang baik antara insan media selaku komunikator dan khalayak selaku komunikan. Harapan bersama khalayak agar old media ini tetap eksis di era milenial ini dan terus mengembangkan pola komunikasi yang sudah dibentuk agar perspektif komunikasi selalu mengitari kehidupan old media itu.

Salam Komunikasi ! Penulis: Ben Azel Salu, S.I.Kom (Pemerhati penyiaran, warga Toraja)

Categories: Opini

Tofan

Prinsip Hidup: Cogito Ergo Sum (Aku Berfikir Maka Aku Ada), Namun berfikir saja tidak cukup, Apa yang harus saya lakukan agar " Menjadi Ada". Jawabannya adalah Berkarya (Aku Berkarya Maka Aku Ada).