Media baru (lnggris: New Media) merupakan media yang terbarukan dalam kehidupan sosial manusia. Media baru didefenisikan sebagai terminologi baru komunikasi yang terjadi pada sekarang ini. Menurut Mcluhan media baru adalah perkembangan teknologi komunikasi yang berperan dalam menperluas jangkauan komunikasi antar pribadi dan tidak berujuk pada suatu teknologi yang spesifik. Fungsi dari media baru ini ialah memberi penjelasan terhadap kemunculan media digital serta menjelaskan teknologi dalam budaya manusia. Media baru ini diperkenalkan oleh Mcluhan pada tahun 1969 dan media ini telah meluas ke seluruh dunia oleh karena akselerasi yang dihasilkan oleh media baru.

Di Toraja baik di wilayah Tana Toraja bahkan Toraja Utara, media baru ini seakan menjiwai sendi kehidupan sosial netizen (baca: khalayak) Toraja, akselerasi yang dihasilkan oleh media baru ini sangat cepat, hal ini dikarenakan khalayak di Toraja telah memahami manfaat dari teknologi informasi serta komunikasi yang menjadi paradigma dalam media baru tersebut. Akselerasi melalui jaringan internet serta jangkauannya yang telah menjangkau pelosok-pelosok Toraja membuat komunikasi dan informasi disebarkan secara cepat dan tepat pada sasaran yang dituju. Media baru ini sudah tidak asing bagi kehidupan sosial khalayak Toraja. Dengan akselerasi yang dihasilkan oleh media baru itu, khalayak memanfaatkannya dengan berbagai ragam cara dalam pemanfaatannya seperti: media dalam pembelajaran, media dalam berkomunikasi, media dalam berinteraksi antara seseorang dengan khalayak disekitarnya, media dalam mempromosikan bisnis dan lain sebagainya.

Dinamika media baru ditentukan oleh dimensi klarifikasi yang melingkupi perjalanan media baru. Dalam sebuah literatur, dimensi klarifikasi yang mempengaruhi dinamika media baru adalah dimensi komplesitas dari pilihan yang tersedia, dimensi besaran usaha yang dikeluarkan khalayak dalam menerima pesan, dimensi tingkat respon media terhadap khalayak, dimensi kemampuan dalam pengawasan konten, dimensi kemudahan dalam mengakses informasi, serta dimensi kemampuan dalam memfasilitasi komunikasi internet. Keenam dimensi ini merupakan penggerak akselerasi media baru, sehingga melalui media baru rotasi informasi diakses seluas-luasnya oleh khalayak. Media baru memiliki karakteristik yang membuat akselerasinya sangat cepat diakses oleh khalayak, adapun karakteristik dari media baru adalah jaringan, interaktivitas, virtual, hypertextual, digital, serta simulasi. Karakteristik media baru tersebut merupakan komponen pembentuk dari konsistensi media baru terhadap aksesbilitas khalayak dalam memperoleh informasi dan komunikasi yang efektif.

Eksistensi media baru yang sedang tren pada era milenial seperti sekarang ini, dapat dikatakan sebagai pengaruh dalam kehidupan sosial khalayak saat ini.

Di lingkup khalayak Toraja, media baru merupakan sebuah lifestyle dalam bersosial-masyarakat, mengapa demikian? Karena khalayak Toraja terus memahami dinamika media baru dalam sendi kehidupan sosialnya, terus membuka diri dengan menerapkan etika yang berlaku dalam tatanan masyarakat Toraja serta terbuka terhadap arus informasi dan dinamika komunikasi yang terjadi di lingkungan sekitar. Dinamika media baru selalu membawa inovasi dan kreativitas bagi khalayak, tetapi harus diingat bahwa penggunaan media baru harus diawasi baik dari sisi konten, cara komunikasi, dan arus informasi yang disampaikan oleh media baru tersebut, sehingga media baru selalu memberikan efek positif bagi khalayaknya.

Penulis: Ben Azel Salu, S.I.Kom (Pegiat Sosial media, Warga Toraja)

Categories: Opini

Tofan

Prinsip Hidup: Cogito Ergo Sum (Aku Berfikir Maka Aku Ada), Namun berfikir saja tidak cukup, Apa yang harus saya lakukan agar " Menjadi Ada". Jawabannya adalah Berkarya (Aku Berkarya Maka Aku Ada).