Orang-orang yang ada di sekitarmu, mungkin tidak semua menyukaimu. Sebagian dari mereka bisa merencanakan sesuatu yang jahat untuk membuat hidupmu menderita. Satu per satu persoalan mulai menjeratmu, rasa takut dan kuatir mengikuti langkah kakimu. Caci maki berebut untuk membuatmu emosi dan membakar amarah.

Saat banyak orang berlomba untuk menjatuhkanmu, saat itu pulalah kamu datang dan berlutut di hadapan Tuhan. Kamu tidak akan pernah bisa mengontrol hati dan pikiran orang lain. Kamu juga tidak akan mampu menghadapi semua ancaman seorang diri. Tapi di dalam Tuhan, kamu bisa melakukan lebih dari apa yang bisa kamu lakukan.

Orang-orang yang selalu berlutut di bawah kaki Tuhan adalah mereka yang menyadari kelemahannya. Mereka tahu bahwa tanpa kekuatan Tuhan, mereka tidak akan sanggup bertahan hidup dalam himpitan. Mereka adalah orang-orang yang tidak mengandalkan kekuatannya sendiri. Seperti Daud yang diremehkan karena bertubuh kecil saat melawan Goliat. Secara logika memang tidak akan mampu membuat Goliat jatuh. Namun atas penyertaan Tuhanlah, Daud mampu mengalahkan Goliat.

Begitu juga dengan kita. Sekalipun banyak orang-orang yang meremehkan kita, janganlah bangkit berdiri untuk melawan dan membela diri.Tetaplah berlutut di bawah kaki Tuhan untuk berdoa. Doakanlah segala hal yang membuat dirimu sakit hati. Doakanlah hal-hal yang dirasa terlalu sulit untuk kamu lampaui.

Saat kaki kita selalu berlutut di hadapan Tuhan, maka Tuhan akan memberikan kita kekuatan agar sanggup berdiri saat menghadapi situasi apapun. Persoalan dan beban berat tidak akan mampu membuat kita terjatuh hingga tergeletak. Dan bersama dengan Tuhan kita akan sanggup melampaui hal-hal yang mustahil.

Semakin kamu rajin berdoa di saat situasi seperti pedang yang siap menghunus hidupmu, semakin banyak jalan keluar yang Tuhan bukakan. Semakin kamu berserah, semakin kamu dikuatkan. Orang lain boleh merencakan sesuatu yang jahat kepadamu, namun tidak ada seorang pun yang dapat mengaagalkan rancangan Tuhan dalam hidupmu.

Saat Tuhan membuka pintu berkat-Nya untukmu, tak satu pun dapat menutupnya. Saat Tuhan mengasihimu, tak seorang pun dapat memutus kasih itu. Saat Tuhan menghujani kehidupanmu dengan kebaikan-Nya, tak seorang pun dapat menghentikannya.

Dia, yang menutupi langit dengan awan-awan, yang menyediakan hujan bagi bumi, yang membuat gunung-gunung menumbuhkan rumput. TUHAN senang kepada orang-orang yang takut akan Dia, kepada orang-orang yang berharap akan kasih setia-Nya. (Mazmur 147:8,11)

Categories: Kristen

Tofan

Prinsip Hidup: Cogito Ergo Sum (Aku Berfikir Maka Aku Ada), Namun berfikir saja tidak cukup, Apa yang harus saya lakukan agar " Menjadi Ada". Jawabannya adalah Berkarya (Aku Berkarya Maka Aku Ada).